oleh

Manfaatkan Aplikasi Parental Control untuk Keamanan Penggunaan Gawai Anak

TOJO UNA UNA, 12 Oktober 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kali ini dilaksanakan secara virtual pada 12 Oktober 2021 di Tojo Una Una, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas saat ini adalah “Tips Dampingi Anak Belajar di Masa Pandemi”.

Empat orang narasumber tampil dalam webinar kali ini, yaitu instruktur Literasi Baca – Tulis Tingkat Nasional, Herawati; Co-Founder YoutzMedia, Andi Ayu Fiddini Anwar; IT Analyst dan akademisi, Reynaldo Joshua Salaki, dan anggota Japelidi dan dosen Universitas Negeri Makassar, Citra Rosalyn Anwar. Sedangkan moderator yaitu Mismaya Alkhaerat. Webinar kali ini diikuti oleh 604 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Tampil berikutnya sebagai pemateri pertama adalah Herawati yang menyampaikan tema “Positif, Kreatif, Aman di Internet”. Menurut dia, karakteristik media sosial, di antaranya memungkinkan semua orang dapat membuat akun, para pengguna dapat berpartisipasi dalam membuat dan membagikan konten, adanya menu profil tentang informasi pemilik akun, serta tersedia fitur untuk berkomentar. Beberapa platform media sosial yang populer di Tanah Air misalnya Youtube, Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Twitter. Warganet diharapkan untuk menjadi pengguna yang bijak dan cerdas dalam menyikapi informasi, menyebarkan konten, dan ketika berkomentar. “Gunakan bahasa yang sopan dan jangan mengunggah konten negatif,” pesan dia.

Selanjutnya, Andi Ayu Fiddini Anwar menyampaikan paparan berjudul “Bahaya Pornografi”. Ia mengatakan, dalam sebuah penelitian terhadap 2.500 anak usia sekolah dasar di Jakarta diperoleh, 92% pernah melihat hal-hal yang memiliki unsur pornografi, bahkan masing-masing sebanyak 47%, 23% dan 15% mengaksesnya di rumah, tempat umum, dan di sekolah. Padahal, pornografi berbahaya karena dapat merusak pikiran, tubuh, serta kondisi emosional si anak. Untuk menghindarinya, orang tua dapat memanfaatkan aplikasi family link untuk mengontrol penggunaan gawai anak. “Orang tua dapat mengatur batas waktu, memblokir, atau mengizinkan akses aplikasi tertentu,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Reynaldo Joshua Salaki, memaparkan materi bertema “Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital”. Menurut dia, komunitas akademik dapat berperan sebagai wadah dalam menginput, memproses, dan output dalam sebuah lembaga pendidikan, baik secara individu maupun kelompok. Saat ini, banyak sekali komunitas yang dapat menghubungkan tenaga kependidikan dengan para pakar sehingga mampu menjawab tantangan-tantangan. “Jadi, ketika ketika ingin belajar penggunaan platform tersebut, kita bisa masuk bergabung dengan para pakar,” imbuhnya.

Citra Rosalyn Anwar, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Mendampingi Anak di Dunia Digital”. Ia mengatakan, kiat menjaga privasi anak di internet antara lain: tidak membagikan foto aktivitas anak yang memicu kontroversi, tidak mengunggah foto anak orang lain, jaga identitas pribadi, dan hindari mengunggah konten yang memalukan termasuk sedang berbaring sakit. Sebaiknya, orang tua dapat mengenalkan internet sejak dini terkait tata cara akses, berekspresi, menjaga privasi, dan menghargai karya orang lain. “Rahasiakan nama lengkap anak dan alamat sekolah karena rentan disalahgunakan,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Mismaya Alkhaerat. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Reza, bertanya tentang efektivitas pembelajaran daring serta kelebihan dan kekurangannya. Menanggapi hal itu, Reynaldo Salaki bilang, efektivitas belajar daring tergantung implementasi metode pembelajaran sesuai dengan tahapan pendidikan siswa.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed