oleh

132 Ton Gurita Bernilai 12 Miliar di Ekspor ke Amerika Serikat

MAKASSAR – PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Makassar mengekspor sebanyak 132 ton dengan nilai sebesar Rp.12.9 Miliar, produk gurita steam dan whole frozen ke Amerika Serikat.

Dirut PT Perikanan Nusantara (Persero), Sigit Muhartono mengatakan “Selain pasar Amerika kami juga telah melakukan ekspor untuk produk gurita ke Jepang sehingga kami berharap dapat memberikan kontribusi kontrit untuk peningkatan pendapatan daerah pada tahun 202,” ujar Sigit pada kegiatan ekspor perdana yang digelar di Jl. Sabutung, Paotore, Sabtu 25 September 2021.

Lanjut Sigit menjelaskan, “untuk pasar internasional saat ini gurita steam cutting (ready to eat) Cabang Makassar sudah juga dipasarkan secara retail di Jabodetabek dan sangat diminati kalangan masyarakat dengan merek Tukato Seafood,” jelas Sigit

Selain ekspor perdana di Cabang Makassar, PT Perikanan Nusantara juga telah melepas ekspor perdana ke negara Tiongkok untuk produk ikan kaca piring sebanyak 12 Ton dengan nilai Rp. 413 Juta.

Kemudian setelah ekpor perdana di Makassar, direncanakan Minggu depan Cabang Surabaya juga melakukan ekspor perdana ke Tiongkok ikan layur beku sebanyak 25 Ton dengan nilai kurang lebih Rp. 700 Juta. Dan Cabang Benoa juga Ekspor perdana ke Philipina untuk produk ikan Marlin.

Semakin bertambahnya negara tujuan dan jenis produk yang di ekspor PT. Perikanan Nusantara (Persero) serta didukung dengan sarana prasarana produksi berupa Air Blast Frezer (ABF ) kapasitas 119 Ton per hari dan Cold Storage kapasitas 3.837 Ton.

“Kami akan selalu hadir ditengah-tengah nelayan sebagai offtake hasil tangkapanya sehingga nelayan memiliki kepastian pasar dan saya berharap peran Perinus sebagai BUMN perikanan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena nelayan merupakan mitra strategis kami,” terang Sigit.

Sementara itu, perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan yang hadir pada kegiatan ekspor perdana tersebut diwakili Plt. Kadis Perikanan dan kelautan Prov Sulsel Hardi Haris.

Ia menyampaikan mengenai Sulsel memiliki posisi strategis katena berada di tengah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan pintu gerbang Wilayah Timur Indonesia serta memiliki sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar.

Hal ini memberikan peluang untuk menjadi simpul akses transportasi berbagai produk kelautan dan perikanan lintas provinsi maupun pasar global, dengan demikian usaha perikanan juga sangat strategis dan kondusif untuk dikembangkan di Sulawesi selatan.

Pembangunan sektor Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan Nasional. Dalam kaitan tersebut, usaha perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dapat menjadi prime mover (sektor unggulan).

“Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi dan produksi hasil kelautan dan perikanan yang cukup besar baik dari hasil tangkapan maupun hasil budidaya tambak maupun air tawar.

Berdasarkan data statitisk, produksi perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 sebesar 4.102.319,5 Ton yang terdiri dari Perikanan budidaya sebesar 3.713.111,3 Ton dan Perikanan Tangkap sebesar 389.208,2 Ton.

Komoditas hasil tangkapan dilaut yang menjadi salah satu primadona selain Tuna untuk eksport yaitu komoditas Gurita. Produksi Gurita Sulawesi Selatan pada tahun 2020 sebesar 529,1 ton dan pada tahun 2021 semester I produksi gurita sebesar 240 Ton.

Eksport Gurita Pada Tahun 2020 sebesar 2,151.9 Ton dengan nilai sebesar US$ 10,7 juta dengan negara tujuan terbesar yaitu USA sebesar 811 Ton, Italia sebesar 294,6 Ton dan Jepang 235,9 Ton.

Pada Tahun 2021 sampai dengan Bulan Juli, eksport Gurita sebesar 2,170.8 Ton dengan Nilai US$ 10,1 Juta dengan negara tujuan terbesar yaitu USA sebesar 986.5 Ton.

Data tersebut memberikan gambaran kepada kita, betapa besar peluang Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal eksport hasil kelautan dan perikanan khususnya produk gurita.

“Kedepan, peran Sulawesi Selatan dalam pembangunan nasional untuk sektor kelautan dan perikanan akan semakin besar karena permintaan terhadap komoditi Kelautan dan Perikanan untuk kebutuhan konsumsi dan industri semakin besar.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini, sangat diharapkan kepada kita semua senantiasa meningkatkan akselerasi dan koordinasi untuk bersama-sama mendorong komoditas unggulan Sulawesi Selatan utamanya komoditas ekspor.” Pungkas Hardi Haris.

Komentar

News Feed