oleh

Antisipasi Anjloknya Harga Gabah,DPRD Pinrang Undang Bulog

DPRD Pinrang,—Untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah pada panen raya sekitar bulan Oktober – November 2021 di Kabupaten Pinrang, Komisi II DPRD Pinrang menggelar rapat dengar pendapat (Rdp) dengan mengundang Bulog Pinrang, Perpadi Pinrang dan beberapa wartawan serta LSM, Selasa, 21 September 2021, Pkl.14.00 wita, bertempat di ruang rapat Bapemperda.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Pinrang, H.Muhtadin, dihadiri Anggota Komisi II lainnya yakni, A.Mulyadi Mustafa, SH, A.Pallawagau Kerang, SE, Ilwan Sugianto, SH.,MH, dan Supriadi. Turut hadir, Pincapem Bulog Pinrang, Radytio W.putra Sikado, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura, A.Calo Kerrang, Kadis Ketahanan Pangan, Drs.Muh.Abdu serta dari Dinas Perindagem Pinrang.

Dalam kata pengantarnya Ketua DPRD Pinrang, H.Muhtadin menyampaikan bahwa tujuan diadakannya RDP ini untuk membicarakan penyerapan beras oleh Bulog menghadapi panen raya di Kabupaten Pinrang sekitar bulan Oktober – November mendatang, sedangkan saat ini hampir semua gudang di bulog full sehingga dikhawatirkan anjloknya harga gabah di kalangan petani jika tidak ada space gudang yang ada di bulog menjelang panen raya.

Sementara itu A.Pallawagau Kerrang yang juga Ketua Perpadi Sulsel menjelaskan bahwa digelarnya RDP ini untuk mencari solusi dan mengantisipasi anjloknya harga gabah pada panen raya di Kabupaten Pinrang sekitar bulan Oktober – November mendatang.

Karena saat ini, sambung A.Palla (–sapaan akrapnya), beberapa kabupaten di Sulsel termasuk Soppeng, Sidrap, Wajo dan Bone sudah panen, dan harga disana saat ini dibawah HPP, HPP sekitar Rp.4300 per kg sedangkan harga gabah disana hanya 3900 rupiah per kg, “kami tidak mau hal itu terjadi di Pinrang, makanya kami undang Bulog, Perpadi dan beberapa wartawan dan LSM untuk membicarakan masalah ini dan mencarikannya solusi”, ungkap legislator Partai PKB tersebut.


A.Palla juga mempertanyakan tidak adanya space gudang di Bulog sedang gudang Bulog yang ada di Lappadde, Pare-pare, hampir tiap minggu ada pengeluaran baik itu KPSP ataupun Mobnas, padahal di Pare-Pare tidak ada sawah, justru di Pinrang yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional dan kualitas berasnya terbaik di Sulsel justru tidak ada pengeluaran oleh mobnas, “kalau begini kejadiannya berarti ada permainan di kalangan pegawai Bulog”, ungkap A.Palla dengan nada kesal.

Sementara itu, menurut Pincapem Bulog Pinrang, Radytio W.Putra Sikado, “memang saat ini, posisi stok kami untuk penyerapan pertama sudah over kapasitas atau sudah mencapai 35 ribu ton, jadi posisi space kami memang sangat- sangat tipis, namun demikian kami tetap oftimis terkait pergeseran stok ini, dan untuk Mobnas ini kami sudah ada perintah, kemungkinan pada akhir September tahun ini ada pergeseran di dua provinsi yaitu Provinsi Medan dan Provinsi Sulut, itu sudah ada ijin, tinggal menunggu kesiapan dari space penerima”, terang Radytio.

Sedangkan Menurut kadis Pertanian, A.Calo Kerrang, “luas tanam kita pada bulan April – September 2021 sekitar 53.591 hektar, kalau itu dikali dengan profitasnya 6 ton per hektar bisa menghasilkan sekitar 321.546 ton gabah kering giling dan kalau dikonversi ke beras bisa menghasilkan beras sekitar 171.691 ton, jika di konversi lagi dengan beras yang tersimpang di masyarakat sekitar 50 persen, jadi masih ada sekitar 85.445 ton beras yang akan masuk ke Bulog per satu kali musim tanam, sementara kapasitas space Bulog hanya 36 ribu ton, ini sangat jauh dari kapasitas hasil panen kita yang lebih dari 85 ribu ton per satu kali musim tanam, sementara pasar umum tidak terbuka, kalau demikian petani kita mau jual beras dimana kalau kondisi gudang Bulog selalu penuh begitu, saya khawatir petani-petani kita akan berhenti bertani”, terang A.Calo.

Lanjut A.calo, Pemerintah Pusat selalu menekankan LTT (Luas Tambah Tanam) dan peningkatan produksi. Tapi walaupun luas tanam bertambah, produksi meningkat tapi kalau tidak ada pasarnya, untuk apa ada peningkatan produksi, justru akan memiskinkan petani.

Sebelum menutup rapat, Ketua DPRD Kabupaten Pinrang, H.Muhtadin dalam membacakan kesimpulan rapat mengungkapkan, pertama, RDP ini akan dijadwalkan ulang; kedua, DPRD Pinrang meminta supaya Kasubdifre Bulog Pare-Pare mengusulkan supaya memprioritaskan pengeluaran untuk gudang-gudang yang ada di Kabupaten Pinrang menjelang panen raya; ketiga, Pemerintah Daerah bersama DPRD akan mengeluarkan rekomendasi supaya Mobnas bisa diprioritaskan di Kabupaten Pinrang. (rls/Hdp)

Komentar

News Feed