oleh

Brigade Muslim Indonesia Minta Polres Pinrang Tuntaskan Kasus Pembongkaran Makam Pasien Covid-19

MAKASSAR – Kasus pembongkaran makam pasien Covid-19 di Pinrang disanggah Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel.

Baca Berita SebelumnyaPolres Pinrang ‘Main-Main’ Tangani Kasus Pembongkaran Makam Jenazah Covid-19?

Ketua BMI Sulsel Zulkifli menganggap bahwa kejadian itu mesti diusut tuntas karena dapat menjadi contoh yang buruk bagi publik.

“Kejadian ini tidak boleh dibiarkan, karena akan menjadi contoh yang buruk bagi publik. Kepolisian segera usut kejadian ini,” kata Zulkifli.

Meski demikian Zulkifli menyampaikan jika pasien Covid-19 dapat dimakamkan di manapun asalkan mengikuti prosedur. Namun banyaknya penolakan sehingga Pemerintah membuat pemakaman khusus.

“Sebenarnya pasien Covid bisa dimakamkan di mana pun asalkan sesuai prosedur yang ada, cuman duluhnya banyak penolakan sehingga pemerintah mengambil langkah membuat pemakaman khusus,” tukasnya.

BMI Sulsel sangat menyayangkan kejadian tersebut lantaran makam dibongkar kemudian memindahkan jenazah pasien Covid-19 ke tempat umum, dan tidak hanya itu, makam yang dibongkar itu juga dicor sehingga menghambat proses penyelidikan.

“Kami sangat sayangkan atas adanya kejadian ini, makam dibongkar diambil jenazahnya kemudian dipindahkan ke tempat umum, bukan hanya itu lagi, tapi makam yang dibongkar dicor seakan ingin menghambat proses penyelidikan. Kami minta Polres Pinrang segera tuntaskan kejadian ini sebelum berdampak buruk bagi kita semua,” tutur Zulkifli Ketua BMI Sulsel, kepada Infomakassar.net, Jumat, 17 September 2021.

Komentar

News Feed