oleh

Polres Gowa Tidak Mampu Ungkap? Kredit ‘Bodong’ Bank Sul-selbar Cabang Gowa

-Berita-251 views

GOWA – Laporan pengaduan inisial SN (Pr) salah satu dari beberapa korban kredit bodong di Bank Sul-selbar Cabang Gowa tidak terdengar lagi di Polres Gowa, Senin, 30 Agustus 2021.

Kasus ini dilaporkan SN sejak 27 Desember 2020 kepada Polres Gowa namun sampai saat ini kasus tersebut tidak jelas rimbahnya.

SN merupakan salah satu PNS di istansi pemerintahan di Gowa yang saat itu tergiur dari ucapan temannya untuk pengambilan kredit tanpa verifikasi berkas alias mudah di Bank Sul-selbar Cabang Gowa.

SN menceritakan bahwa ia bertemu dengan penghubung hingga salah seorang pegawai Bank Sul-selbar Cabang Gowa untuk bekerjasama dalam pencairan kredit yang dia inginkan.

Kemudian dia diiming-imingi oleh penghubung inisial WT (Pr) dan salah satu pengawai Bank Sul-selbar inisial RR (Pr) dengan dalih pengambilan kredit 300 juta hanya dibayar angsuran satu (1) tahun dan angsuran selama satu (1) tahun tersebut akan dibayarkan dari dana yang cair alias dipotong tanpa mengganggu kredit lama.

“Tanpa wawancara atau tanya jawab langsung tanda tangan pencairan kemudian uang itu cair tanpa menunggu lama masuk ke rekening saya Rp306.500.000 juta,” ungkap SN.

Lanjut diceritakan, setelah itu, SN masuk ke teller Bank Sul-selbar untuk menarik dana sebesar 50 juta, dan menemui inisial WT kemudian memberikan uang sebanyak 33 juta sekaligus menyampaikan pembayaran selama 12 bulan. Di tempat yang sama, inisial WT sebagai penghubung pada waktu itu menghubungi inisial RR pegawai Bank Sul-selbar Cabang Gowa.

“Dan saya kembali ke teller atas perintah RR melalui WT untuk kembali menarik dana sebanyak 52 juta namun tidak bisa pencairan dengan alasan PSBB,” kata SN melalui surat laporannya.

Kemudian SN kembali melengkapi berkasnya seperti rincian gaji, pendapatan lain-lain, dan memberikan contoh tanda tangan bendahara dan atasannya dengan mengirimkan kepada inisial WT melalui pesan whatsapp dan memalsukan rincian gaji dan rincian pendapatan lain-lain dengan maksud agar dana 52 juta tersebut dapat dicairkan.

Kemudian SN menarik sebanyak 50 juta di teller Bank Sul-selbar Cabang Gowa dan memberikannya kepada WT, kemudian SN menambah uang tersebut sebanyak Rp9,500.000, jadi total keseluruhan yang diberikan kepada WT sebanyak Rp92.500.000.

Berselang beberapa bulan kemudian barulah SN menyadari dan mengetahui jika pengajuan kreditnya sudah 95 persen dari gaji pokok. “Sedangkan aturan perbankan pengajuan kredit tidak boleh lebih 60 persen dari gaji pokok, sehingga saya mendatangi Bank Sul-selbar Cabang Gowa untuk mempertanyakan hal tersebut dan dari situlah saya mengetahui jika WT mengajukan pemotongan kredit lebih dari 60 persen, sehingga gaji tiap bulan yang saya terima sudah tidak ada lagi untuk digunakan keperluan sehari-hari,” kata SN.

Korban lainnya diketahui inisial DT, MM, RM, JT, UR, HH, SI, yang berdomisili di Kabupaten Gowa.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman kepada Infomakassar.net menyampaikan jika kasus ini masih proses penyelidikan.

“Masih proses lidik,” katanya, Senin, 30 Agustus 2021.

Komentar

News Feed