oleh

Pemahaman Literasi Keuangan Bekal Terhindar dari Pinjaman Daring Ilegal

BONE – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo kembali dilaksanakan secara virtual di Bone, Sulawesi Selatan pada 30 Agustus 2021. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Program kali ini menghadirkan 652 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Entrepreneur dan Communication Marketing, Hasrul Abdul Aziz; dosen Telkom University dan pegiat Japelidi, Roro Retno Wulan; Creative Event dan Photography, Haslan; serta narablog dan Beauty Enthusiast, Andi Indah Juliarti. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah jurnalis, Septy Wulandari. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Hasrul Abdul Aziz yang membawakan tema “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”. Menurut dia, kecakapan menggunakan aplikasi di bidang keuangan dan perbankan merupakan kecakapan digital yang perlu dimiliki saat ini. “Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Literasi keuangan yang rendah berpengaruh negatif terhadap inklusi dan perilaku keuangan,” kata dia.

Berikutnya, Andi Indah Juliarti menyampaikan materi berjudul “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Dia menyampaikan, layanan bisnis digital yang tidak etis akan berdampak buruk pada hilangnya kepercayaan dan kekecewaan pelanggan. Reputasi bisnis digital yang menurun akan berdampak pula pada menurunnya nilai transaksi.

Sebagai pemateri ketiga, Haslan membawakan tema tentang “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Dia menyarankan segera melunasi jika terlanjur terjebak pinjaman daring ilegal. “Jangan mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama. Keterlambatan pembayaran tagihan akan menyebabkan denda meningkat dan memberatkan,” tandasnya.

Adapun Roro Retno Wulan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”. Dia mengatakan, sebelum melakukan pinjaman daring, nasabah harus membaca dan mempelajari kontrak pinjaman. Dalam kontrak elektronik pinjaman daring, harus ada kesepakatan para pihak serta objek transaksi tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kesusilaan, dan ketertiban umum.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed