oleh

Saring Informasi, Bijak Berinteraksi

BULUKUMBA – Sebanyak 1.112 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 19 Agustus 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Pilah Pilih Sebelum Sebar”.

Program kali ini dipandu oleh Made Dwi Adnjani sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari kreator konten, M. Faiz Ghifari; Public Speaker & Duta Wisata Indonesia 2017, Indira Wibowo; dosen & peneliti bidang Antropologi Agama, Wahyuddin Halim; serta Fathul Qorib dari Mafindo. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, M. Faiz, membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Pentingnya Memiliki Digital Skill di Masa Pandemi Covid-19”. Menurut dia, era digital mensyaratkan penguasaan berbagai keterampilan yang terkait dengan dunia IT. Beragam keterampilan tersebut dapat diraih dengan mudah lewat pemanfaatan penggunaan internet.

Berikutnya, Indira mengusung materi etika digital berjudul “Jarimu Harimaumu”. Ia mengatakan, penerapan etika dalam berinternet penting diperhatikan untuk menghindari kesalahpahaman dan konflik di dunia maya. Norma sosial dan hukum yang mengatur kehidupan digital juga harus dipahami dan diterapkan demi menghindari resiko negatif dalam aktivitas di dunia maya.

Sebagai pemateri ketiga, Wahyuddin membawakan tema budaya digital tentang “Memahami Multikulturalisme di Ruang Digital”. Menurut dia, intoleransi atau paham kesukuan yang mengancam keberagaman budaya kita bisa tumbuh pada masyarakat yang kurang berwisata, minim wawasan, dan sempit dalam pergaulan. Hal-hal tersebut mendasari kepicikan geografis, ideologis, dan literasi yang mesti dikikis agar kerukunan dalam keberagaman tercipta.

Adapun Fathul, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Aman dan Nyaman Berselancar di Ruang Virtual”. Ia mengatakan, kritis, waspada, dan menjaga privasi dalam berinternet merupakan langkah-langkah bijak meninggalkan jejak di dunia digital. “Selain itu, evaluasi lingkaran media sosial, sikap positif dan literasi digital juga tak bisa diabaikan,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta dengan beragam pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah satu pertanyaan menarik peserta diantaranya tentang bagaimana cara terbaik merespon multikulturalisme agar berjalan baik. Narasumber menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia kerap mengalami lompatan kebudayaan, karenanya literasi digital perlu lebih ditingkatkan agar masyarakat bisa berfikir kritis dan transformatif dalam menerima keberagaman.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed