oleh

Pilah Pilih Platform Digital yang Aman dan Kredibel

KONAWE SELATAN – Pada hari ini (18/8), dilaksanakan secara virtual di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, kegiatan Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Sebanyak 652 peserta mengikuti acara ini dengan pembahasan tema “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”. Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Program kali ini dipandu oleh Unik Oke sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sulawesi Tenggara, Djufri Rachim; dosen Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta dan pegiat Japelidi, Ade Irma Sukmawati; dosen IAIN Kendari, Ahmad Ridha; serta Marketing Planner dan CEO @soalpalu, Muhammad Fachry. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Ade Irma Sukmawati yang membawakan tema “Memilih Aplikasi Dompet Digital”. Menurut dia, pengguna dompet digital harus memastikan data yang dibagikan pada platform cukup terlindungi. “Pilihlah platform dengan garansi keamanan lebih baik dan pastikan selalu membaca detail aplikasi untuk melindungi keamanan diri sendiri,” tegasnya.

Berikutnya, Muhammad Fachry menyampaikan materi berjudul “Etika dan Aturan dalam Bertransaksi Digital”. Dia mengatakan, setiap transaksi elektronik hendaknya memberikan keterangan detail demi kenyamanan penjual dan pembeli. “Situs perdagangan online juga harus kredibel dan terpercaya, sehingga konsumen merasa lebih aman saat berbelanja,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Ahmad Ridha membawakan tema tentang “Etika Pelayanan dalam Bisnis Digital”. Menurut dia, pelayanan bisnis digital harus menerapkan etika demi kepuasan konsumen. Pasalnya, konsumen nantinya akan memberikan ulasan atau berbagi pengalaman kepada temannya atau ke publik.

Adapun M. Djufri Rachim, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital”. Dia memberikan tips agar konsumen selalu memastikan kembali kebenaran suatu akun dengan memeriksa di laman resmi instansi atau media sosial instansi yang sudah ditandai centang biru atau terverifikasi.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Salah satu peserta, Marsia Dewi, bertanya tentang bagaimana cara memastikan aplikasi agar data diri aman, mengingat sekarang semua aplikasi meminta akses lokasi, nomor telepon, hingga surel dalam perangkat digital. Muhammad Fachry menyarankan untuk memilih lokapasar yang sudah terdaftar di Kementerian Perdagangan. “Selain itu, pertimbangkan terjaganya kerahasiaan data pribadi dalam memilih lokapasar,” imbuhnya.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed