oleh

Kenali Media Sosial Lebih Dalam dan Pahami Etikanya dengan Literasi Digital

MAKASSAR – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RepublikIndonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 20Agustus 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan padapenyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah“Jangan Asal Mengunduh File di Internet”.Program kali ini menghadirkan 702 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari KetuaGenerasi Baru Indonesia (GenBi) Sulawesi Selatan 2021-2022, Baso Patisangguru psikolog@metamorfosapsikologi, Rini Junita; Founder Sobat Cyber Indonesia, Al Akbar Rahmadillah; serta Founder Kumpulan Emak Blogger dan Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Mira Sahid. Adapunyang bertindak sebagai moderator adalah Azizah selaku jurnalis.

Rangkaian Program LiterasiDigital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodoyang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidakberdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengankesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkanuntuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Baso Patisangguru, membawakan tema “Digital Skill dan Digital Paymentdalam Era Industri 4.0”. Dia menegaskan, keamanan sistem pembayaran digital harusdiutamakan demi menghindari kejahatan siber. “Untuk mengantisipasi, jangan pernahmembagikan OTP dan PIN ke siapapun,” ujarnya.Berikutnya, Mira Sahid menyampaikan materi berjudul “Jangan Asal Klik di Media Sosial”. Miramenyarankan untuk mengenali dan memahami media sosial lebih dalam, bukan sekedar tahu.Mira juga menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial untuk menyaring informasi yangdibutuhkan dan tidak sembarangan membagikan informasi yang didapat.

Halaman 2 dari 3Sebagai pemateri ketiga, Rini Junita membawakan tema tentang “Kecanduan Internet:Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, pengguna internet disebut produktifketika mampu menggunakan internet sesuai kebutuhan. “Kontrol diri diperlukan untukmemperlancar pekerjaan di internet, bukan malah mencari kesenangan berlebihan,” tegasnya.Adapun Al Akbar Rahmadillah, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai“Risiko dalam Fitur Sharing Gratis”.

Dia mengingatkan agar waspada dalam menggunakan Wi-Fipublik untuk melindungi data pribadi. “Saat menggunakan Wi-Fi umum, hindari buka akunpembayaran, situs yang membutuhkan kode sandi dan nama pengguna, serta beraktivitas yangharus memberikan data pribadi,” saran dia.Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengansesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektroniksenilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapatapresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru,unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan yang menarik dikemukakan oleh Muhammad Daffa yang bertanyatentang bagaimana cara mengatasi kecanduan internet, padahal pekerjaan menuntut menggunakan internet. Rini Junita menyarankan memilah durasi penggunaan internet untukbekerja atau aktivitas lain. Saat menggunakan internet untuk bekerja, berikan jeda. Namun, saatberselancar di dunia maya untuk main gim, cobalah beralih ke aktivitas fisik. “Jika merasa tidaknyaman saat tidak berinternet segera mencari bantuan profesional,” pesannya.Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed