oleh

Proyek Pembangunan Infastruktur Trotoar Pedistrian Drainase Jeneponto, Dari Lelang Sampai Pekerjaan Kacau!!

JENEPONTO – Proyek Pembangunan Infrastruktur trotoar/pedistrian/drainase Jalan (Paket IV) dengan nomor tender 2221466 milik Dinas PUPR Jeneponto dilaporkan secara resmi ke Kejati Sulsel pada Senin, 15 Maret 2021 oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (Kompleks).

Laporan tersebut soal dugaan korupsi pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan PUPR Jeneponto. Proyek yang menelan anggaran sebanyak 11,2 miliar bersumber dari APBDP 2020 itu disebut dikerja asal-asalan sejak 12 November hingga 31 Desember 2020, dan sampai, Senin, 16 Agustus 2021 tak kunjung diselesaikan oleh pihak rekanan.

Dari pekerjaan tersebut dibagi 6 item seperti pekerjaan (1) Ruas Jalan Iskandar Kr. Tumpu atau Lingkar Bontosunggu, (2) Ruas Jalan IKK Jeneponto atau Jalan Negara, (3) Ruas Jalan Turi atau Jalan Provinsi, (4) Ruas Jalan Sultan Hasanuddin atau Jalan Provinsi, (5) Ruas Belokallong – Embo, dan (6) Ruas Pasar Karisa – Agang Je’ne atau Drainase.

Berita terkait: KPK Resmi Melaporkan Indikasi KORUPSI Dinas PU/PR Kab. Jeneponto di Kejati Sulsel

Perusahaan yang menang tender PT Aditya Perdana Sakti beralamat Jalan Rappocini Raya Lr.5c No.15 Makassar. Sedangkan Konsultan yaitu CV Darma Anugrah Konsultan beralamat Jalan Minasa Upa Blok B5 No.15 Makassar.

Ruslan Rahman Sekjend LSM Kompleks kepada Infomakassar.net menyebutkan jika kasus tersebut. “Diduga terjadi persekongkolan tender untuk memenangkan salah satu perusahaan dengancara menggagalkan proses tender sehingga dilaksanakan tender ulang sehingga memungkinkan untuk melakukan penunjukan langsung pada Proyek Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur trotoar/pedistrian/drainase Jalan (Paket IV) yang gagal ini,” kata Ruslan.

Pihaknya juga mencurigai adanya kecurangan pada proses lelang atau tender. Ditelusuri Infomakassar.net, Rabu, 18 Agustus 2021 melalui laman LPSE Jeneponto untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur trotoar/pedistrian/drainase Jalan (Paket IV) rupanya dua kali ditender dengan status selesai, dicurigai.

Berikut rangkuman Tim Pencari Fakta Infomakassar.net hari ini:

Pertama nomor tender 2221466 dibuat pada 6 Oktober 2020 dengan status sudah selesai yang diikuti 33 Perusahaan dan ada 3 perusahaan dalam negosiasi dari pagu 12,3 miliar sebagai berikut:

1.PT. Rajasa Tomax Globalindo 9,3 miliar
2.PT. Sultana Anugrah 9,6 miliar
3.PT. Cipta Bening Dewata 11,3 miliar

Dalam proses lelang tersebut pemenang tender PT Aditya Perdana Sakti terpantau tidak masuk dalam penawaran atau tender pada proses pertama ini.

Kemudian tiba-tiba PT Aditya Perdana Sakti dinyatakan menang pada proses lelang kedua nomor tender 2267466 dibuat pada 20 Oktober 2020 dengan status sudah selesai yang diikuti hanya 19 perusahaan dengan penawaran sebagai berikut:

1.PT. Bumi Palapa Perkasa 9,1 miliar
2.PT. Rajasa Tomax Globalindo 9,6 miliar
3.PT. Sultana Anugrah 10,7 miliar
4.PT. Aditya Perdana Sakti 11,3 miliar (dinyatakan menang)

LSM Kompleks berharap agar Kejati Sulsel segara periksa maraton para pelaku yang terlibat. “Kami berharap agar Kejati Sulsel tidak diam dan segera periksa maraton para pelaku yang terlibat di dalamnya untuk menyelamatkan uang negara,” harap Ruslan.

Hingga berita ini terbit, Proyek Pembangunan Infrastruktur trotoar/pedistrian/drainase Jalan (Paket IV) dengan nomor tender 2221466 milik Dinas PUPR Jeneponto tidak selesai.

Komentar

News Feed