oleh

Pentingnya Menjaga Keamanan Digital untuk Mencegah Penipuan Daring

KABUPATEN GORONTALO – Sebanyak 577 peserta mengikuti webinar dengan tema “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital” di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo pada 16 Agustus 2021. Webinar ini merupakan bagian dari Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini. Masing-masing yakni, Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Dhenny Yuarta; Senior Manager Public Policy and Government Relation Gojek Indonesia Timur, Mohammad Khomeiny; Founder Sweetbox.inc, Thanadita Indah Grasella; dan Entrepreneur, Gadis Maharani. Sedangkan moderator yaitu Febrina Stevani selaku Communication Specialist. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi tentang kecakapan digital dibawakan oleh Dhenny Yuarta yang menyampaikan tema “Isu dan Keterampilan Digital”. Menurut dia, makin besarnya ketimpangan digital yang hingga kini masih berpusat di Jawa menjadi tantangan utama dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air. Selain itu, pengetahuan keuangan yang masih rendah membuat masyarakat kian rawan menjadi korban penipuan, dan canggihnya teknologi menjadikan semakin beragamnya kejahatan pencucian uang secara digital.

Selanjutnya, Mohammad Khomeiny menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi Digital”. Ia mengatakan, modus penipuan yang kerap memakan korban yaitu rekayasa sosial atau manipulasi psikologi korban. Ciri-cirinya, pengumuman berhadiah, pelaku mengklaim dapat menyelesaikan isu yang dihadapi gawai, serta ancaman akan ambil keuntungan secara finansial.

Pemateri ketiga Thanadita Indah Grasella menyampaikan tentang budaya digital bertema “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, jujur dengan kondisi produk dan bersikap sopan santun merupakan etika yang harus dikedepankan dalam berbisnis. Selain itu, penjual juga harus menjawab semua pertanyaan pelanggan sesegera mungkin. “Beri tanggapan dengan cepat ketika pelanggan komplain,” imbuhnya.

Adapun Gadis Maharani, sebagai narasumber terakhir menyampaikan keamanan digital berjudul “Pemetaan Bentuk dan Pencegahan Penipuan E-Commerce”. Ia mengatakan, kiat untuk mencegah terjadinya penipuan misalnya, selalu menggunakan platform yang legal, periksa reputasi toko, serta cermat dalam membaca deskripsi produk. “Pembeli juga bisa meminta foto asli produk yang akan dibeli, serta selalu meminta tanda terima nomor pengiriman,” ujar dia.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Adrian di Kabupaten Gorontalo bertanya tentang legalitas pembayaran digital yang saat ini sudah banyak diterapkan di internet. Menanggapi hal tersebut, M. Khomeiny bilang, saat ini masih banyak dompet digital yang belum terdaftar aturan pemerintah, sehingga masyarakat perlu berhati-hati untuk menjaga keamanan data pribadinya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
(***)

Komentar

News Feed