oleh

Kelas Menengah Produktif Modal Utama Majukan Indonesia

BOLAANG MONGONDOW SELATAN – Sebanyak 1.193 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 16 Agustus 2021 di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Founder Kawanua Creative dan Creativepreneur, Daniel Tampi; Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Putri Hidayah; Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Indonesia, Eko Listiyanto; serta Pemengaruh (influencer) dan Make-up Artist, Fitrawati. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis, Erna Virnia. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Daniel Tampi yang membawakan tema “Sejahtera Lewat Dunia Digital”. Menurut dia, ada tiga dasar fundamental dalam memulai usaha yaitu product, branding dan marketing. “Penting untuk orang yang akan terjun ke lokapasar, cobalah kembangkan produk yang kuat sehingga masuk ke kanal distribusi apa pun akan mampu bersaing,” ujarnya.

Berikutnya, Fitrawati menyampaikan topik “Digital Ethics”. Dia menyarankan kepada setiap pelaku usaha daring agar selalu tanggap terhadap keluhan pelanggan. “Tunjukkan rasa empati dan tetap sampaikan terima kasih ke pelanggan yang mengeluh. Kritikan itu bagus untuk menjadikan usaha kita lebih baik,” ucapnya.

Sebagai pemateri ketiga, Eko Listiyanto membawakan tema “Mengubah Budaya Konsumtif Menjadi Produktif”. Dia mengatakan, kelas menengah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana konsumsi oleh kelompok ini tumbuh 12% per tahun. “Ini menggambarkan ada potensi besar di Indonesia dan kita harus sambut ini agar menjadi kelas menengah yang produktif,” ungkapnya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Nur Putri Hidayah menyampaikan tema “Hak Cipta pada Era Digital”. Dia menjelaskan, hak cipta terdiri dari hak moral dan hak ekonomi. Pencipta punya hak moral untuk dicantumkan namanya dalam setiap ciptaan, tapi belum tentu punya hak ekonomi karena hak cipta itu bisa dialihkan. “Misalnya, saya menciptakan lagu, lalu ada produser yang membeli lagu saya. Maka, saya tidak punya lagi hak untuk menerbitkan, memperbanyak dan mendistribusikan karena itu sudah di tangan si produser,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Jika kita telah membuat video yang sudah tertera logo brand kita tapi dipotong ukurannya oleh pihak tidak bertanggungjawab dan diakui sebagai karya mereka, bagaimana menyikapinya?” tanya Darmawati Nur, salah satu peserta kegiatan literasi digital. Nur Putri Hidayah menjelaskan, selama tidak ada akad tentang memperbanyak, mendistribusikan, mengumumkan, apalagi sampai memotong sebagian dari logo, maka itu disebut pelanggaran. “Kita bisa melakukan tuntutan ganti rugi ke pengadilan niaga atau lapor ke polisi,” saran dia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed