oleh

Arif Bermedia Sosial, Hindari Dampak Negatif

KENDARI – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 13 Agustus 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jarimu Harimaumu”.

Program kali ini dihadiri oleh 707 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri M & Japelidi, Citra Rosalyn Anwar; MC & pemengaruh (influencer), Fadillah Resky Pratiwi; Kasubid Agribisnis dan Industri BAPPEDA Kota Kendari, Alfian; serta pengajar Media dan Komunikasi Universitas Halu Oleo Kendari M Aswan Zanynu. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Tristania Dyah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Citra yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Cakap dengan Aplikasi Percakapan dan Media Sosial agar Cakeep”. Menurut dia, kompetensi aplikasi percakapan dan media sosial yang mesti dikuasai meliputi kemampuan mengakses, memahami syarat dan ketentuan aplikasi, membuat atau membuka akun, serta memahami metode akses.

Berikutnya, Fadillah menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Berjejaring, Jarimu Harimaumu!”. Ia mengatakan, dalam berbagi kiriman, pesan dan komentar di media sosial, gunakan bahasa yang sopan, jelas, baik, serta positif untuk menghindari dampak negatif. Hal positif yang dapat kita unggah bisa tentang edukasi, informasi maupun hiburan yang bermanfaat.

Sebagai pemateri ketiga, Alfian membawakan tema budaya digital tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, dalam bermedia sosial kita harus memahami regulasi yang ada, menerapkan etika, mengecek lebih dulu kebenaran informasi yang akan dibagikan ke publik, dan lebih berhati-hati bila ingin mengirim hal-hal atau data yang bersifat pribadi. Ini diperlukan untuk menghindari resiko hukum yang mungkin bisa menjerat kita.

Adapun Aswan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Keamanan Digital bagi Anak”. Ia mengatakan, selalu memeriksa gawai anak, ajari melindungi informasi pribadi, mengaktifkan parental control, serta mendampingi anak atau memasang aplikasi pelindung berinternet adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak di dunia maya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Panitia memberikan uang uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana menanggapi fenomena UU ITE yang mengekang kebebasan berpendapat. Narasumber menjelaskan bahwa tingkat kedewasaan kita dalam berpendapat belum begitu beradab jika dibanding negara maju, sehingga perlu dibatasi lewat UU ITE. Namun, kita tetap memiliki hak dan bebas berpendapat selama itu disampaikan sesuai etika.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed