oleh

Siberkreasi Bersama Kominfo Didukung Facebook, Mafindo dan Pandemic Talks Gelar Webinar “Jangan Ada Hoaks di Antara Kita”

JAKARTA – Siberkreasi mengadakan diskusi online pada Zoom meeting, disiarkan melalui live streaming di Channel YouTube, LiveNex dan Facebook Siberkreasi dengan topik ‘Berantas Hoaks di Masa Pandemi’. Kamis 5 Agustus 2021.

Diskusi online kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Annisa
Virdianasari dan Aldo Karim, keduanya merupakan anggota Siberkreasi.

Narasumber pertama, Firdza Radiany selaku Inisiator Pandemic Talks & Data Analyst &
Communication Practitioner. Narasumber kedua, Septiaji Eko Nugroho selaku Ketua
Presidium Mafindo. Narasumber ketiga, Karissa Sjawaldy yang merupakan Manajer
Kebijakan Publik Facebook Indonesia.

Webinar dibuka dengan pembahasan Indonesia telah menjadi salah satu negara yang banyak mengonsumsi berita hoaks di dunia digital, sejalan dengan meningkatnya
pengguna internet.

Menurut laporan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa selama tahun 2021, telah terdapat 934 isu hoaks, dimana mengenai isu COVID-19 sendiri sampai dengan tanggal 29 Juli 2021 yang lalu, terdapat 272 isu hoaks mengenai vaksin COVID-19 dan 36 isu hoaks mengenai PPKM darurat.

Semakin meningkatnya penyebaran misinformasi dapat menghambat proses penanganan COVID-19 yang mengakibatkan masa krisis berkepanjangan.

Oleh karena itu, webinar ini diadakan dengan harapan dapat menginformasikan masyarakat akan bahaya berita hoaks yang tersebar di dunia digital, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Pemaparan pertama oleh Firdza Radiany yang menjelaskan tentang bagaimana
Pandemic Talks selaku media independen membantu memberantas hoaks di ruang
digital di Indonesia.

Beliau menjelaskan bahwa Pandemic Talks bantu mengedukasi masyarakat di platform media sosial tentang cara mengenali informasi yang valid dan benar dengan secara konsisten memaparkan data dan sumber terpercaya pada setiap
kontennya.

Tak hanya itu, beliau dan tim juga percaya bahwa terdapat proses yang perlu dilalui untuk membuat perubahan dalam berperilaku dan mengedukasi setiap
pengguna, yang dapat ditunjang dengan konsistensi dan persistensi untuk
menyebarkan informasi.

Pandemic Talks membahas fast science yang dikemas dengan bahasa sederhana agar lebih dekat dengan masyarakat awam, bersumber data yang valid dari regulator hingga otoritas.

Pandemic Talks berupaya untuk mewujudkan seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat kota besar atau daerah untuk lebih dekat dengan sains.

Harapan kedua adalah untuk menciptakan kesadaran massal akan standar informasi yang dapat dipercaya dan dijadikan rujukan. Ketiga, untuk para masyarakat, khususnya masyarakat daerah untuk mulai meninggalkan kepercayaan terhadap mistis, sehingga tidak terjebak dalam konspirasi-konspirasi yang berbahaya, khususnya di masa pandemi di mana banyak misinformasi tersebar di berbagai platform.

Pemaparan kedua oleh Septiaji Eko Nugroho yang menjelaskan cara bagaimana
seharusnya masyarakat untuk lebih dapat berhati-hati dan tidak terpengaruh akun-akun anonim yang beredar di sosial media dan menyebarkan misinformasi.

Selaku Ketua Presidium Mafindo, beliau menjelaskan bahwa setiap pengguna internet harus selalu berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian baik dalam mengonsumsi sebuah konten, mencari informasi hingga menyebarluaskan informasi tersebut.

Berhati-hati dapat dilatih dengan menahan diri untuk tidak hanya mengonsumsi konten atau mencari tahu informasi yang sesuai dengan selera saja, tetapi harus selaras dengan fakta yang ada sehingga terbentuklah kesadaran akan standar informasi tepat, akurat dan faktual adalah standar yang seharusnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa di tengah masa krisis seperti sekarang, prinsip
berhati-hati, tidak mudah panik dan fokus terhadap mencari informasi yang akurat
sangatlah membantu dalam menangani kondisi dan situasi apa pun.

Pemaparan ketiga oleh Karissa Sjawaldy yang menjelaskan tentang upaya Facebook
dalam membantu memberantas hoaks di dunia digital.

Komponen terpenting yang dipercaya oleh Facebook adalah untuk terus mengembangkan fitur dan alat untuk mempromosikan sumber terpercaya sehingga dapat menghubungkan para pengguna platform Facebook (Facebook, Instagram dan WhatsApp) kepada informasi dan sumber yang akurat. Dilengkapi dengan promosi vaksinasi agar masyarakat tidak enggan.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus terkait memberantas hoaks. Yang
pertama, mendorong para pengguna untuk mencari informasi yang benar dan akurat
seputar pandemi COVID-19 dan vaksinasi dari sumber yang terpercaya.

Salah satu bentuk usaha yang dilakukan Facebook untuk memfasilitasi para pengguna adalah dengan mengembangkan Pusat Informasi COVID-19 di platform Facebook. Kedua, menghapus konten-konten misinformasi, klaim-klaim konspirasi dengan bantuan konsultasi dengan pihak otoritas, salah satunya adalah WHO.

Ketiga, berkomitmen untuk menghilangkan keraguan para pengguna tentang pentingnya vaksinasi dengan cara berkolaborasi dengan pemerintah sebagai regulator, otoritas, pakar-pakar dan pemeriksa fakta pihak ketiga untuk memproses tren misinformasi yang silih berganti setiap minggunya.

Pada akhirnya, ketiga narasumber setuju bahwa untuk memberantas hoaks, tidak
hanya merupakan upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah sebagai regulator,
maupun otoritas dalam dunia kesehatan.

Namun juga sebagai tugas bagi setiap
lembaga resmi, platform media sosial dan media-media independen untuk terus
mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita hoaks dan membagikan informasi
yang faktual seputar pandemi COVID-19.

Peran masyarakat juga penting dalam
keberlangsungan pemberantasan hoaks, yang dapat dipupuk dari kesadaran akan
standar informasi yang benar dan akurat dan pertanggung jawaban atas keabsahan
informasi yang dikonsumsi dan disebarluaskan.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara.
Webinar selengkapnya dapat disimak di YouTube Siberkreasi pada tautan
https://youtu.be/nmGGo4bS6tw.
Informasi mengenai kegiatan webinar edukatif seputar generasi digital Siberkreasi
berikutnya dapat dipantau di Instagram @siberkreasi.

Komentar

News Feed