oleh

Pahami dan Manfaatkan Aplikasi Daring untuk Kesuksesan Belajar Online

KOLAKA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 7 Agustus 2021 di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Empat orang narasumber yang tampil dalam seminar ini, yaitu Founder Wajah Bunda Indonesia, Fiki Maulani; peneliti dan praktisi IT, Reynaldo Salaki; dosen pertanian dan pegiat literasi, Eko Priyantono; serta pemengaruh, Sri Wahyuni. Sedangkan moderator yaitu Arie Mega dari KataData. Kegiatan webinar kali ini dihadiri oleh 647 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi tentang kecakapan digital dibawakan oleh Reynaldo Salaki yang menyampaikan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, banyak persoalan yang ditemui guru, siswa, maupun orang tua saat pembelajaran daring. Oleh sebab itu, perlu upaya keras agar belajar tetap efektif, diantaranya disiplin waktu, etika berkomunikasi, membangkitkan kreativitas siswa, menyajikan materi yang menarik, serta tidak membebankan banyak tugas kepada siswa. “Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu pengajaran seperti Moodle, Academy of Mine, Efront, Schoology, dan sebagainya. Baik guru, siswa, maupun orang tua pun harus mengetahui penggunaannya,” katanya.

Selanjutnya, Fiki Maulani menyampaikan materi etika digital berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia mengatakan, orang tua berkewajiban untuk mengajarkan anak tentang perundungan siber berikut bahayanya. Ketika anak menjadi korban, orang tua tidak perlu menyudutkan anak, melibatkan guru dan pihak sekolah, menjauhkannya dari pelaku, komunikasikan agar anak berani melaporkan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, dan menyimpan bukti tindakan perundungan tersebut. “Orangtua harus bisa memberi keyakinan agar anak tetap kuat, berpikiran positif, dan percaya diri. ” tutur dia.

Pemateri ketiga Eko Priyantono memaparkan tentang budaya digital bertema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Dunia Digital”. Menurut dia, sejumlah aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar daring, antara lain Zoom, Edmodo, dan Google Classroom. “Agar belajar daring lebih menyenangkan, pilih tempat belajar yang nyaman, belajar sambil mendengar musik, menggunakan teknik belajar yang sesuai, serta lakukan refreshing atau kuis,” katanya.

Adapun Sri Wahyuni, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan keamanan digital berjudul “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, gawai sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia modern. Dengan demikian, orangtua perlu mengenalkan pada anak dengan memilihkan aplikasi, program, dan situs yang dapat diakses anak. “Selain itu, orang tua juga harus mengatur waktu dan batasan penggunaannya serta memeriksa secara berkala apa yang ditonton si anak,” ujar Sri.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satu peserta, Rosmila Silalahi, bertanya tentang fenomena banyaknya guru pedesaan yang tidak memahami teknologi, sehingga tetap menggelar tatap muka dengan siswanya. Menanggapi hal itu, Reynaldo Salaki mengatakan, demi menerapkan protokol kesehatan Covid-19, guru dapat membagi kelas dengan beberapa kelompok kecil.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed