oleh

Melek Digital untuk Lebih Produktif Selama Pandemi

LUWU UTARA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 7 Agustus 2021 di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Program kali ini dihadiri oleh 623 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta dan anggota Japelidi, Ade Ira Sukmawati; pelaku usaha dan kreator konten Sulawesi, Yusmanto; pegiat pemberdayaan masyarakat, Muhammad Fariz; serta pegiat investasi dan marketing online, Pricilya Nelwan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Artha Sena. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Ade Irma Sukmawati, membahas kecakapan digital dengan tema “Tren Kerja dan Usaha di Dunia Digital”. Menurut dia, masyarakat sekarang lebih suka belanja daring karena kehadiran internet serta kondisi pandemi. Namun, pandemi juga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, sehingga perlu kreativitas dalam berusaha, salah satunya memanfaatkan potensi lokapasar. “Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang sangat besar. Hal tersebut dapat menjadi tolok ukur potensi ekonomi digital yang masif,” ujarnya.

Selanjutnya, Yusmanto membahas etika digital dengan tema “Sosialisasi E-Market bagi Para Pelaku UMKM”. Dalam sesinya, ia menjelaskan tentang definisi, jenis-jenis e-dagang berikut kelebihannya, serta tips strategi pemasaran digital.

Pemateri ketiga, Muhammad Fariz membahas budaya digital dengan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Dalam kesempatan ini, Fariz menguraikan definisi pola pikir konsumtif, ciri-ciri, serta dampak buruknya. “Untuk mengubah mindset konsumtif menjadi lebih produktif, maka butuh literasi digital,” ujar dia.

Adapun pemateri terakhir, Pricilya Nelwan, membahas keamanan digital tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Pandemi Covid-19”. Menurutnya, investasi digital memberikan kemudahan bagi seseorang yang ingin mendalaminya, yaitu menghilangkan jarak dan waktu, praktis, mudah, transparan, mudah mengawasi portofolio, serta bisa dimulai dari nominal kecil. Namun, kita tetap harus memilih investasi daring yang tepat dan aman. “Keamanan sebuah akun juga tergantung kewaspadaan penggunanya. Jaga kerahasiaan identitas dan kata sandi dalam sebuah platform investasi,” pesan dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah seorang peserta webinar, Mainah Wijaya, bertanya kepada Ade Irma Sukmawati. “Adakah cara menghadapi tantangan bisnis baru yang dimulai pada saat pandemi Covid-19 dan bagaimana mempromosikan agar bisa tersebut dikenal banyak orang dan dipercaya oleh masyarakat?” Menanggapi pertanyaan tersebut, Irma mengatakan bahwa pebisnis harus melek digital, setidaknya menguasai sejumlah aplikasi yang aman dan nyaman. “Untuk mengenalkan bisnis, pilih platform promosi dengan banyak pengguna dan manfaatkan aplikasi dalam membuat konten agar lebih menarik,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed