oleh

Bisnis dan Investasi Digital Gapai Kesuksesan Ekonomi

TANA TORAJA – Sebanyak 851 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang kembali dilaksanakan secara virtual pada 5 Agustus 2021 di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari jurnalis & pendiri Alleggra Coffee, Fritz Vecky Wongkar; Head of Center of Innovation and Digital Economy INDEF, Nailul Huda; Riri Iranti selaku pemengaruh, serta pendiri Blod.id, Eko Putra Nasaru. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fadel Karnen selaku podcaster. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Fritz yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Lokapasar”. Menurut dia, peluang usaha daring mudah dijalankan karena bisa dengan modal kecil, terdapat sistem sehingga memudahkan penjualan, biaya operasional dan pemasaran murah, jangkauan konsumen luas, serta tak terikat waktu.

Berikutnya, Nailul menyampaikan materi etika digital berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Daring”. Ia mengatakan, prinsip usaha daring yang diatur dalam PP 80/2019, antara lain itikad baik, transparansi, kehati-hatian, kepercayaan, akuntabilitas, keseimbangan, serta adil dan sehat. Etika terkait kesopanan, responsif dan kejujuran penjual daring juga perlu perhatikan.

Sebagai pemateri ketiga, Riri membawakan tema budaya digital tentang “Mengubah Kebiasaan Konsumtif Menjadi Produktif”. Menurut dia, konsumsi tak terkendali membuat pengeluaran menjadi boros bahkan bisa sampai terlilit hutang, mengacaukan keuangan, dan mengancam masa depan. “Pola pikir konsumtif harus diubah menjadi produktif dengan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan dan bernilai investasi,” tuturnya.

Adapun Eko Putra, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Ia mengatakan, hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis setelah karya diwujudkan dalam bentuk nyata dan di publikasikan. Hak ini dilindungi undang-undang dan pelanggarannya dapat dipidanakan

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang apa saja strategi marketing bagi penjual daring yang baru merintis. Narasumber menjelaskan bahwa strategi marketing usaha daring bisa dimulai dari orang-orang terdekat dulu, merambah ke media sosial, lalu ke lokapasar. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed