oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Menanamkan Budaya Multikulturalisme pada Generasi Muda

GOWA – Sebanyak 975 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Acara ini dilaksanakan secara virtual pada 4 Agustus 2021 di Gowa, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Pilah Pilih Sebelum Sebar”.

Program kali ini menghadirkan empat pemateri yang terdiri dari Ica Wulansari selaku dosen dan pendiri Pojok Sosial Ekologi, Firdaus Muhammad selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Defriatno Neke selaku jurnalis Kompas TV, serta Suhandri Lariwu selaku pendiri Kaki Gatal Production dengan Heri Pamungkas yang bertindak sebagai moderator. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Pemateri pertama adalah Ica Wulansari dengan tema “Pentingnya Keterampilan Digital di Masa Pandemi COVID-19”. Ica memaparkan beberapa keterampilan yang akan sangat dibutuhkan di masa depan, di antaranya daya belajar yang tinggi, analitis, inovatif, mahir teknologi, solutiif, kreatif, dan penuh inisiatif.

Sesi dilanjutkan oleh Defriatno Neke yang membawakan tema “Jarimu Harimaumu!?”. Menurut Defriatno, saat ini banyak sekali masyarakat yang tidak menghiraukan etika dalam berkomunikasi di media sosial. Ia mengimbau agar masyarakat tetap bersikap sopan di media sosial agar tidak terjerat hukum.

Firdaus Muhammad selaku pemateri ketiga membawakan tema “Pilah Pilih Sebelum Sebar”. Dalam sesinya, Ia mengingatkan masyarakat akan budaya utama Indonesia, yaitu multikulturalisme yang saling menghargai satu sama lain, baik di dunia nyata maupun digital. Sesi materi diakhiri oleh Suhandri Lariwu dengan tema “Rekam Jejak Digital: Mengenal, Memahami, dan Cara Mengatasinya”. Ia menegaskan bahwa jika tidak berhati-hati, jejak digital terkait data pribadi bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Panitia memberikan hadiah berupa uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya yang beruntung. Salah satu peserta, Lindawati, bertanya tentang bagaimana cara menanamkan budaya multikulturalisme pada generasi muda. Menurut Firdaus, orangtua harus banyak berperan dan terlibat dalam hal tersebut. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed