oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Dampak Negatif dari Revolusi Digital

PANGKEP – Sebanyak 721 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Acara ini dilaksanakan secara virtual pada 4 Agustus 2021 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Jarimu Harimaumu”.

Terdapat empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar kali ini, di antaranya Bambang Sadono selaku dosen Ilmu Hukum Universitas Semarang, Jemianto Allokendek selaku urban planner, pemusik, dan konten kreator, Mardiana Rusli selaku peneliti dan presidium JADI, serta Herwanita selaku Korbid Media dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Rahman Pratama.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama yaitu Bambang Sadono yang membahas tema “Menggunakan Aplikasi Percakapan Secara Efektif”. Ia mengatakan bahwa pemilihan media aplikasi percakapan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, target, ataupun keinginan pengguna sendiri.

Selanjutnya, Jemianto Allokendek sebagai pemateri kedua yang mengangkat tema “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu!”. Jemi berpesan bahwa THINK (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind) dapat dijadikan prinsip dasar yang sederhana untuk membantu kita menggunakan media sosial dengan cerdas dan bijak.

Mardiana Rusli sebagai pemateri ketiga membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Mardiana membuka sesinya dengan pemaparan mengenai revolusi digital. Ia juga menyampaikan tentang tiga pandangan dalam upaya memahami perkembangan teknologi digital, yakni pandangan dystopian, neo-futuris, dan tekno-realis.
Adapun sebagai pemateri terakhir, Herwanita, membawakan tema mengenai “Lindungi Anak, Internet Sehat dari Rumah”.

Menurut dia, internet ibarat pisau bermata dua yang bisa memberi dampak positif jika dimanfaatkan untuk hal-hal baik, dan sebaliknya. Oleh sebab itu, perilaku internet sehat diperlukan dalam menjaga anak agar bisa berinternet dengan aman dan nyaman.
Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Salah satu peserta, Alfa Edison Haji, bertanya tentang dampak buruk dari revolusi digital dan bagaimana cara mengatasinya. Menurut Mardiana, dampak buruk revolusi digital yaitu menimbulkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. “Oleh karena itu, kita harus membentengi diri dari bahaya teknologi,” pesannya. Dalam webinar tersebut, panitia menyediakan uang elektronik sebesar Rp100.000 bagi 10 peserta terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed