oleh

Pahami dan Manfaatkan Media Sosial serta Lokapasar untuk Kembangkan Usaha Online

ENREKANG – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Enrekang, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun kegiatan dengan tema “Sejahtera Lewat Dunia Digital” diikuti oleh 613 peserta.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini. Masing-masing Digital Entrepreneur & Public Speaking Coach Maya Oktharia, Affiliasi Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) – Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar Dr Citra Rosalyn Anwar M.Si, Ketua Aliansi Jurnalis Video (AJV) Sulawesi Selatan Hasrul Hasan, dan Influencer & Art Photographer Iksan Colly. Sedangkan moderator yaitu Desmona selaku Penyiar Televisi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Citra Rosalyn Anwar menyampaikan tema “Cakap Digital untuk Sejahtera dan Cakep di Dunia Digital”. Menurut dia, hingga kini ini masih banyak warganet maupun pelaku usaha kecil yang belum cakap dalam memanfaatkan kehadiran marketplace atau lokapasar sebagai peluang meraih penghasilan. Namun, hal tersebut sejatinya tidaklah menjadi penghambat untuk terus berkembang, sebab warganet dapat menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan sebagai solusi untuk berusaha.

Selanjutnya, Iksan Colly menyampaikan materi berjudul “Bagaimana Kita Memulai Bisnis Online”. Ia mengatakan, dalam berbisnis dapat dimulai dengan melihat kondisi dan permasalahan yang ditemui konsumen. Warganet juga dapat melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui produk yang sedang tren di masyarakat, kemudian tentukan produk atau jasa yang ingin ditawarkan ke konsumen.

Pemateri ketiga Maya Oktharia menyampaikan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, beberapa faktor yang mendorong perilaku konsumtif di antaranya gaya hidup yang cenderung membeli ketimbang memproduksi, terlena dengan keadaan media sosial, keinginan diakui, serta kemudahan berbelanja online. Oleh karena itu, warganet harus bijak bertransaksi di internet, misalnya teliti kebutuhan barang, tak tergoda harga murah atau tawaran diskon, serta jangan membeli dalam keadaan panik.

Adapun Hasrul Hasan, sebagai narasumber terakhir menyampaikan materi “Perlindungan Hak Cipta di Era Digital”. Ia mengatakan, produk-produk di internet yang rawan pembajakan atau pelanggaran hak cipta, misalnya buku digital, video, perangkat lunak, game online, musik, tiket online, serta aplikasi. Sebagai contoh, terdapat 22 laman film yang diblokir pemerintah karena telah melanggar UU Hak Cipta, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, serta peraturan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Hukum dan HAM.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satu peserta webinar, Surya Kencana dari Enrekang, bertanya tentang apa saja yang harus diupayakan pemerintah agar literasi digital lebih merata dirasakan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Iksan Colly menjawab, penyuluhan kepada UMKM perlu lagi difasilitasi untuk pelatihan kecakapan digital, sehingga bisa menambah kemampuan buka usaha secara elektronik.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(**)

Komentar

News Feed