oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Aman Menggunakan Dompet Digital, Hindari Kejahatan Siber

PINRANG – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program kali ini dihadiri oleh 647 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR yang juga anggota Japelidi Lamria Raya Fitriyani, co-Founder Prodigi Digital Agencies Andi Mauraga, Business Development LinkAja area Makassar Hardiyanty, serta pemengaruh Muhammad Widianto. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ginar Ayuningtyas selaku spesialis komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Lamria Raya Fitriyani yang membawakan tema “Cakap Bermedia Digital: Tips Memilih Aplikasi Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya”. Dalam paparannya, ia membagikan strategi memilih dompet digital yang aman, di antaranya mencari tahu apakah aplikasi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, melihat ulasan pengguna, fasilitas yang ditawarkan apakah sesuai kebutuhan, dan keamanannya.

Berikutnya, Andi Mauraga menyampaikan materi “Memahami Aturan Transaksi Digital”. Andi mengawali presentasinya dengan menjelaskan apa saja yang diatur dalam transaksi digital dan kenapa harus ada aturannya. Kemudian, sanksi apa yang berlaku dalam transaksi digital. Dia juga menjelaskan terkait hal-hal yang harus dilakukan sebelum transaksi digital. Terakhir, Andi memberikan tips menjadi merchant terpercaya. “Punya toko jelas, kontak dan media sosial jelas, bermitra dengan merek lain, serta menyediakan beberapa opsi metode pembayaran,” lanjutnya.

Sebagai pemateri ketiga, Hardiyanty membawakan tema “Budaya Digital: Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Ia menguraikan perkembangan ekosistem digital serta dukungan Bank Indonesia untuk mewujudkan masyarakat nontunai. Hardiyanty lantas memaparkan kegunaan LinkAja serta membagikan cara mendaftar merchant LinkAja bagi badan usaha dan personal.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Muhammad Widianto menyampaikan tema “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan Digital di Ruang Digital”. Ia menjabarkan jenis-jenis penipuan di internet. Kemudian, dia menjelaskan hal-hal mencurigakan yang perlu diwaspadai: tiba-tiba kode OTP masuk, kartu tiba-tiba diblokir oleh bank, hipnotis jarak jauh, tagihan masuk di email, serta hack data di aplikasi percakapan. Terakhir, dia membagikan tips bagi pengguna yang suka belanja daring.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar Christine Wijaya bertanya kepada Andi. “Sekarang ini banyak e-dagang dan aplikasi baru yang bermunculan. Walau dikatakan besar, e-dagang meminta data kita saat pendaftaran akun untuk analisa data untuk point of interest. Apakah dalam hal ini pengambilan data pengguna itu sudah di bawah hukum, atau ada lembaga yang menjaga?” tanyanya.

“Ketika kita mendaftarkan atau memberikan data kita ke e-dagang itu, perlu kita perhatikan lagi apakah e-dagang ini sudah diawasi pihak berwenang. Kalau sudah diawasi boleh dikata, sudah ada yang melindungi kita kalau ada penyalahgunaan data. Itu yang paling penting yang harus diperhatikan,” jawab Andi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed