oleh

Kejari Gowa Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 Melalui Bagi Sembako Terdampak PPKM Mikro

GOWA – Peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kajari Gowa telah melaksanakan berbagai macam kegiatan sosial, seperti memberikan batuan sembako kepada panti asuhan dan warga kurang mampu serta berkunjung ke makam pahlawan Sultan Hasanuddin.

“HUT ke 61 tahun Bhakti Adhyaksa tahun ini rutin dilakukan serta berbagai kegiatan sosial , apalagi saat ini masa pandemi dan pemberlakukan PPKM ” tutur Kepala kejaksaan Negeri Sungguminasa Yeni Andriani

Ia juga menjelaskan sepanjang tahun 2021, sejak Januari hingga Juli pihaknya telah melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis sabu, ganja dan obat terlarang.

“Kami telah memusnahkan sabu 1 kg lebih, ganja 1 kg dan 5000 butir obat terlarang daftar G. Selain itu kita juga musnahkan ratusan senjata tajam (sajam),” kata Yeni usai memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 di Kantor Kajari Gowa, Kamis (22/7/2021) sore.

Yeni juga menjelaskan perkara tindak pidana narkotika jenis sabu, pelakunya rata-rata dari kalangan remaja,” ujarnya.

Selain itu dari kalangan remaja, ada juga pelaku bekerja sebagai buruh bangunan, supir angkutan umum, bahkan petani.

“Selain mengonsumsi, para pelaku juga ada yang menjadi pengedar,” ucap Yeni.

Kasi Pidana umum (Kasi Pidum), Afrisal yang mendampingi kajari, menambahkan selama 2021 ini pihaknya telah menangani 178 kasus.

Dari ratusan kasus tersebut didominasi kasus tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencurian.

“Selama bulan Januari sampai Juli 2021 ini, ada 178 perkara , didominasi perkara penyalahgunaan narkotika dan pencurian serta tipu gelap,” ujarnya.

Menurut dia, dari 178 perkara tersebut lebih banyak kasus narkotika. “Itu sudah kita sidangkan. Ratusan perkara itu, lanjutnya, beberapa kasus telah mendapatkan putusan pengadilan atau Inkracht,” tandasnya.

Ada juga, sejumlah perkara yang masih menjalani tahapan atau proses hukum selanjutnya.

Dia menyebutkan, perkara narkotika ini pelakunya ada juga dari anak di bawah umur. Diperkirakan kata dia, umur mereka dari 15 sampai 17 tahun.

“Anak di bawah umur sekitar 20 orang, rata-rata dari usia 15 sampai 17,” tuturnya.

Komentar

News Feed