oleh

BMI Sulsel Polisikan Pemilik Caffe di Panciro Gowa Terkait Berita Bohong Kehamilan

-Berita-1.771 views

GOWA – Kisruh pemukulan oleh oknum anggota Satpol PP Gowa terhadap korban pasutri Ivan dan Riyana Khastury di Caffe miliknya di Panciro belum lama ini, sempat menyita perhatian rakyat Indonesia atas viralnya insiden itu.

Viralnya video pemukulan tersebut memicu netizen di Indonesia melalui media sosial karena Riyana Khastury (RK) pemilik Caffe sebagai korban disebut-sebut sedang hamil, sehingga publik geram dan mengeluarkan berbagai kecaman terhadap pelaku pemukulan itu.

Ditelusuri Tim Pencari Fakta Infomakassar.net, Sabtu, 17 Juli 2021, tidak ada satupun pihak yang dapat memperlihatkan bukti kehamilan RK. Dihimpun dari berbagai sumber rupanya RK tidak dalam keadaan hamil, hal itu diperlihatkan RK pada berita sebelumnya di bawah ini

Baca berita sebelumnya: Pemilik Cafe Yang Viral di Panciro Gowa Disebut Tidak Hamil, Netizen: Makin Kesini Makin Meragukan

Karena dianggap menyebarkan berita bohong hingga membuat kepanikan di tengah ketenangan warga masyarakat, Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel melaporkan pasutri Ivan dan Riyana Khastury kepada penegak hukum, Kamis, 22 Juli 2021 di Mapolres Gowa.

“Kami dari Brigade Muslim Indonesia hari ini membuat laporan resmi ke Polres Gowa mengenai dugaan penyebaran informasi bohong melalui media sosial secara live, dan media on line yang diduga dilakukan oleh pasangan pasutri pemilik kafe di desa panciro saat terjadi insiden penganiayaan oleh oknum Satpol PP, laporan ini didasari oleh beberapa temuan kami antara lain. Kami telah melihat rekaman video yang diduga sengaja diviralkan kemasyarakat secara live oleh pemilik kafe dimana dalam video itu ada penyampaian ke masyarakat bahwa kondisi ibu amriana berada dalam keadaan hamil dan mengalami pecah ketuban kondisi ini membuat masyarakat semakin terprovokasi sehingga muncullah bullian, munculnya video yang mengajak duel, munculnya meme yang sifatnya kekerasan secara pshisikis dan banyak lagi,” kata Bung Zulkifli Ketua BMI Sulsel.

Selain itu kata dia, “kita sudah membaca berita bahwa hasil tes plano ibu amriana tidak menunjukkan tanda tanda hamil dan saat akan dilakukan USG ibu amriana menolak dan secara tegas mengatakan kehamilannya tidak bisa dideteksi medis, tetapi beberapa hari kemudian suami ibu amriana melalui sebuah siaran live lewat akun ivan van haoten secara tegas mengatakan bahwa hasil USG ibu amriana menunjukkan kandungan dalan keadaan kosong kondisi ini kemudian diperkuat oleh jumpa pers pihak pengacara dan pasutri tersebut dan juga menyatakan hasil USG kosong,” lanjut dikatakan.

“Kita berharap dengan kondisi ini pasutri bisa legowo untuk menerima kenyataan bahwa dia tidak dalam kondisi hamil tetapi yang diperlihatkan adalah justru sebuah tindakan yang kami nilai sebagai usaha mempertahankan kebohongan dimana pasutri ini paham hasil plano dan USG menunjukkan bahwa ibu amriana tidak dalam keadaan hamil tetapi mereka tetap ngotot dan menyampaika ke masyarakat bahwa ibu amriana dalam keadaan hamil kondisi inilah yang membuat kami harus mengambil langkah hukum dan membut laporan resmi ke Polres Gowa,” jelasnya.

Ia pun berharap “pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami dari Brigade Muslim Indonesia pada dasarnya sangat prihatin dengan kejadian penganiayaan yang menimpa pasutri pemiliki kafe, tetapi kita harus belajar bijak untuk melihat kejadian ini secara keseluruhan, kami ingin semua dugaan tindak pidana yang terjadi di lokasi tersebut dapat diproses secara hukum baik yang diduga dilakukan oleh pihak oknum Satpol PP atau pemilik kafe agar kedua bela pihak dapat merasakan keadilan hukum, oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa lebih bijak agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke aparat kepolisian,” harpanya.

Komentar

News Feed