oleh

Bansos Polda Sulsel dan Jembatan Sukseskan PPKM, Pamin II Gowa Terus Bagi-bagi Sembako Sasar Terdampak

-Berita-111 views

MAKASSAR – Dr. Arqam Azikin Analis Politik dan Kebangsaan mengutarakan kinerja Polda Sulsel dalam mengawal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro secara massif dan sukses membagikan 10.000 paket bantuan terdampak PPKM tersebut.

Menurutnya, Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro, menuai banyak respon. Tidak sedikit masyarakat yang keberatan dengan kebijakan ini karena berdampak secara sosial maupun ekonomi.

Baca juga: Bongkar Perilaku Pamin Samsat Gowa, Diam-diam ini Yang Dilakukan Bersama Anggotanya Selama ini

Di tengah beberapa problem penerapan PPKM itu, Polda Sulsel dengan konkrit membagikan 10.000 paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Merdisyam M.Si, yang langsung melepaskan bantuan tersebut. Program ini dilakukan untuk mengurangi dampak ekonomi yang saat ini marak dirasakan masyarakat. Polisi sebagai garda terdepan dalam pengendalian covid-19, memang tak boleh kendor dalam usaha-usaha kemanusiaan seperti ini.

“Pembagian bansos ini, selain untuk meringankan beban masyarakat, juga merupakan bukti bahwa polisi bahwa humanisme adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh instansi kepolisian. Sebagai pengayom masyarakat, penjaga keamanan dan ketertiban, dan sebagai aparat penegak hukum, polisi tak boleh lupa dengan tugas mereka sebagai manusia. Sudah sepatutnya, siapapun dan apapun latar belakanganya, saling bantu, saling menguatkan di tengah kondisi pandemi. Itulah potret Polda Sulsel hari ini, yang mencoba mengawal kebijakan PPKM  dan pemberian bantuan bisa berjalan dalam satu tarikan nafas,” tuturnya.

Baca juga: Meski Hari Libur, Pamin Samsat Gowa Bersama Personilnya Terus Sasar Warga Terdampak PPKM Darurat

Selain itu, kata dia, kebijakan PPKM memang dirasa tidak menguntungkan bagi sebagian masyarakat. Namun, kebijakan ini tidak lahir dengan alasan suka-suka. PPKM, jika ditinjau lebih jauh, juga dilakukan dengan alasan kemanusiaan. PPKM diterapkan agar tidak banyak yang jadi korban keganasan pandemi. PPKM itu untuk melindungi sesama manusia untuk tetap sehat senantiasa. Pemerintah menelurkan aturan PPKM bukan untuk makin menyengsarakan rakyatnya.

Itulah pasal yang membuat Kapolda Sulsel berkata “Di satu sisi kita terapkan aturan, di sisi lain kita bersikap humanis, dan harus memahami kondisi masyarakat”. Kapolda Sulsel juga menghimbau agar para petugas dilapangan melakukan komunikasi persuasif. Mengajak masyarakat dengan tegas tapi tetap lembut. Tidak sombong. Tidak bersikap arogan. Apalagi sampai melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik, seperti yang sempat viral di pelbagai daerah.

Baca juga: Kapolda Sulsel Lepas 10.000 Paket Bansos Untuk Masyarakat Terdampak PPKM Mikro

“Pemberian 10.000 paket bansos dan pengawasan penerapan PPKM yang humanis merupakan kunci sukses penerapan PPKM. Polda Sulsel tak ingin membiarkan masyarakat Sulsel yang kurang mampu berjuang sendiri menghadapi serangan ganas virus covid-19 yang tak hanya bikin sakit badan, tapi juga bikin ambruk kondisi finansial rumah tanggan banyak keluarga. Bansos ini akan berjalan berkelanjutan, katanya. Semoga saja, dengan bantuan sosial ini, setidaknya masyarakat bisa bangkit dari keputusasaan dalam usaha bersama mengendalikan pandemi. Hidup harus dilanjutkan meski banyak rintangan. Semua berharap masyarakat bisa tangguh bersama kepolisian,” kata Dr. Arqam Azikin selaku Analis Politik dan Kebangsaan.

Sekedar diketahui, pengawalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro juga dilakukan di berbagai daerah salah satunua, termasuk, Pamin II SI. STNK Iptu Bakri, SH. MH Samsat Gowa yang terus melakukan bagi-bagi paket sembako dalam rangka Bakti Sosial (Baksos) PPKM Darurat skala Mikro yang menyasar masyarakat kurang mampu atau terdampak sejak pemberlakuan PPKM ini.

Komentar

News Feed