oleh

Berikut Kondisi Pohon Pinus Yang Rebah Hasil Penyadapan Labrak Aturan di Tamaona dan Tonasa Gowa

GOWA – Terkait perusakan kawasan hutan lindung di beberapa titik jalur Malino menuju Tombolo Pao, beberapa nama perusahaan yang bermain berhasil dihimpun Tim Pencari Fakta Infomakassar.net.

Baca berita sebelumnya: Hutan Pinus di Kawasan Malino Sedikit Lagi Gundul Dihajar Ilegal Logging, Kapolsek Tombolo Pao Lepas Pelaku

Baca berita sebelumnya: Pohon Pinus di Malino Banyak Berserakan Mati Dampak Penyadapan dan Terjadi Penebangan Secara ‘Brutal’

Menurut ke-5 sumber yang berhasil ditemui di Dusun Bonto Balang kelurahan Tamaona dan Dusun Langkowa Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao menyebutkan nama perusahaan yang bermain alias beroperasi.

Adapun nama perusahaan yang melakukan penyadapan dan pengelolaan kayu pohon pinus sebagai berikut:

1. PT. Adi Mitra Pinus Utama (APU)
2. KTH Rimba Lestari
3. KTH Pao
4. KTH Langkoa
5. KSU Jaya Abadi (Koperasi)

Ke-5 perusahaan tersebut tidak asing dibibir warga masyarakat lantaran beberapa sumber yang juga ikut bekerja di salah satu perusahaan tersebut.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH JB 1 Pemprov Sulsel, H. Saifuddin Mansur, S.Hut. M.Si kepada Infomakassar.net, Senin, 12 Juli 2021, bahwa pihaknya tidak pernah mendapati adanya penyadapan getah pinus yang tidak sesuai SOP atau mematikan maupun ilegal logging.

Padahal di lokasi ditemukan adanya penyadapan yang membuat pohon pinus rebah dan berserakan mati yang labrak aturan.

Berikut yang berhasil diabadikan Infomakassar.net, Minggu, 11 Juli 2021, di Desa Tonasa dan Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao:

Penelusuran Tim Pencari Fakta Infomakassar.net, Selasa, 13 Juli 2021 di belantaran hutan pohon pinus Dusun Bonto Balang kelurahan Tamaona dan Dusun Langkowa Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao, kondisinya sebagai berikut:

Komentar

News Feed