oleh

Pohon Pinus di Malino Banyak Berserakan Mati Dampak Penyadapan dan Terjadi Penebangan Secara ‘Brutal’

GOWA – Menanggapi terjadinya pelepasan terhadap pelaku penyadapan getah pinus di Polsek Tombolo Pao belum lama ini, ditanggapi Kapolsek AKP Jamarrang.

Baca berita sebelumnya: Hutan Pinus di Kawasan Malino Sedikit Lagi Gundul Dihajar Ilegal Logging, Kapolsek Tombolo Pao Lepas Pelaku

Kapolsek Tombolo Pao AKP Jamarrang, Sabtu, 10 Juli 2021 malam, saat mengkonfirmasi Infomakassar.net, membenarkan pelepasan terhadap pelaku penyadapan getah pinus yang disebut sebut tidak sesuai SOP itu.

“Pada tanggal 21 Juni 2021 anggota saya menangkapi mobil pengangkut getah pinus, namun karena pihak perusahaan memiliki izin maka kami tidak membuatkan laporan (LP), kemudian melepaskan kendaraan pengangkut getah pinus tersebut, karena takutnya nanti kami diprapradilankan,” kata AKP Jamarrang.

Baca juga: Destinasi Wisata Air Terjun Bantimurung di Gowa Kata Menteri Sandiaga Uno Jadi Program Nasional

Meski demikian, Kapolsek Tombolo Pao tidak menggubris sehubungan SOP penyadapan getah pinus ini yang dinilai labrak aturan dan memudahkan matinya para pohon pinus. Tidak hanya itu, AKP Jamarrang juga tidak menjelaskan terkait adanya penambangan pohon pinus atau illegal logging.

“Saya sudah mau pensiun, jadi saya senang difitnah. Sekarang saya lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah  dan masyarakat sekitar, saya juga sudah jelaskan kepada Kapolres terkait masalah ini, jadi silahkan saja kalau mau dimuat, saya tidak jadi masalah,” tukas Kapolsek Tombolo Pao AKP Jamarrang.

Penelusuran Infomakassar.net di kawasan hutan lindung, Minggu, 11 Juli 2021, di Desa Tonasa dan Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao, sangat memprihatinkan. Pasalnya, kondisi pohon pinus sudah banyak yang rebah hasil dampak dari penyadapan getah pinus yang dinilai tidak sesuai SOP serta adanya penebangan pohon pinus.

Berikut yang berhasil diabadikan Infomakassar.net:

Menurut Kepala Desa Tonasa saat dikonfirmasi juga tidak mengetahui hal tersebut, “kalau kejadian hari ini saya belum dapat info. Itu memang banyak terjadi di hutan tonasa. Tapi sementara dihentikan karna kondisi pohon pinus yang sudah tidak layak sadap. Tapi menimbulkan efek lingkungan yang luar biasa, banyak pohon rebah,” kata Kades Tonasa.

Sekedar diketahui, dampak atas kejadian ini, banyak pohon pinus yang berserakan mati serta, tidak hanya itu pernah juga terjadi longsor tanah di wilayah penambangan pohon pinus tersebut atau kawasan hutan pada Kamis, 6 Mei 2021 di Desa Mamampang, Kecamatan Tombolo Pao.

Hingga berita ini ditayangkan tidak ada satupun pihak yang dapat mengklarifikasi terkait adanya penebangan pohon pinus secara brutal alias illegal logging di kawasan hutan lindung ini, sehingga Redaksi menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

Komentar

News Feed