oleh

Hutan Pinus di Kawasan Malino Sedikit Lagi Gundul Dihajar Ilegal Logging, Kapolsek Tombolo Pao Lepas Pelaku

-Berita-396 views

GOWA – Penambangan ilegal pohon pinus di Desa Tabing Jai, Desa Pao dan Kelurahan Tamaona di lingkungan Pabaro atau Bonto Bala, Kecamatan Tombolo Pao, terbongkar usai Mapolres Gowa didemo sejumlah masyarakat dari Perhimpunan Mahasiswa Aktivis (PMA) Sulsel yang meminta aktivitas penambangan tersebut dihentikan, Jumat, (9/7/21) sore.

Aksi PMA Sulsel di Mapolres Gowa

Ditelusuri Infomakassar.net, Sabtu, (10/7/21) pagi, illegal logging tersebut dilakukan oleh PT Adi Mitra Pinus Utama yang berkedok penyadapan getah pinus.

Proses penyadapan getah pinus sebelum ditebang.

Dalam pantauan di Desa Tabing Jai, Desa Pao dan Kelurahan Tamaona di lingkungan Pabaro atau Bonto Bala, Kecamatan Tombolo Pao, kondisi hutan lindung sedikit lagi gundul.

Dampak penambangan, sedikit lagi Hutan Lindung Gundul.

Dihimpun dari berbagai sumber di lokasi, penambangan tersebut sudah dilakukan sejak 2018 silam. Menurut warga sekitar, sempat dilakukan penangkapan terhadap Team PT Adi Mitra Pinus Utama yang membawa getah pinus menggunakan mobil hilux di Polsek Tombolo Pao pada Senin, 21 Juni 2021, namun dilepas oleh pihak Polsek Tombolo Pao dengan alasan mengantongi izin.

Mobilisasi hasil penyadapan getah pinus sempat ditangkap oleh Polsek Tombolo Pao namun dilepas.

Saat dikonfirmasi, tidak ada satupun pihak di Polsek Tombolo Pao yang bisa dikonfirmasi terkait illegal logging tersebut.

Tidak sampai disitu, banyaknya pohon pinus yang mati dalam kawasan hutan lindung di Malino ini, membuat pemandangan sudah tidak sedap, sehingga PMA meminta agar Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi Jajaran Polres Gowa.

Penebangan tanpa SOP.

“Kami mendesak Kapolda Sulsel untuk segara mengevaluasi jajaran Polres Gowa dan meminta Kapolres Gowa mencopot Kapolsek Tombolo Pao serta Kanit Res Polsek Tombolo Pao karena sudah melepas pelaku legal logging tersebut,” teriak Dandi Jendral Lapangan dalam orasinya.

Hingga berita ini ditayangkan Infomakassar.net menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

Komentar

News Feed