oleh

Gerakan Tambang Galian C di Gowa Massif, Pemerintah Tutup ‘Mata’

-Berita-186 views

GOWA – Banyaknya Tambang yang beroperasi di Kabupaten Gowa memicu adanya dugaan ‘konspirasi’ antara Perusahaan Daerah (Perusda) Gowa dengan pihak Penambang sehingga Pendapatan Hasil Daerah (PHD) macet.

Perusda Gowa juga selama ini dinilai sangat tertutup tangani Penambangan di Gowa lantaran adanya indikasi permainan sehingga PHD Gowa tercium sangat lamban, padahal diketahui bahwa ada puluhan Tambang di Gowa yang melakukan operasi penambangan.

Salah satunya, di Kec. Bontonompo, Desa Panyangkalan, Kec. Bajeng, Kec. Pa’bentengan, Kec. Pallangga, dan Kec. Parangloe, saat ini massif beroperasi.

Desa Panyangkalang

Dari data yang diterima, tercatat ada 36 yang terdaftar, namun diantaranya sudah ada beberapa yang kadaluarsa izinnya.

Hasil penelusuran Infomakassar.net, Senin, (5/6/21) siang, rupanya, lebih banyak penambangan massif type Galian C atau berkedok percetakan sawah ketimbang yang terdaftar. Hebatnya lagi, Pemerintah dilihat tidak serius tangani tambang ilegal di Gowa.

Kecamatan Parangloe

Menurut, Sahar salah satu Penggiat Anti Korupsi, Rabu, (7/6/21) pagi, bahwa ia meminta agar Pemerintah segera melakukan tindakan serius terhadap penambang ilegal.

“Ini yang menjadi kendala pendapatan hasil daerah (PHD) kadang macet, karena tidak adanya upaya dari pihak perusda atau istansi terkait yang tangani dengan serius adanya tambang ilegal itu, minimal mereka diminta untuk mendaftarkan diri ke Pemerintah dan menyetor pajaknya sehingga PHD Pemerintah Daerah terkomodir dengan baik,” tutur Sahar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak Perusda yang dapat dikonfirmasi, sehingga Redaksi menunggu klarifikasi.

Komentar

News Feed