oleh

Laporan Inspektorat Pinrang Hasil Pemeriksaan Kades Wiringtasi Pengembalian Kerugian Negara Diragukan LSM

PINRANG – Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Pinrang yang tertuan dalam surat bernomor 700/46/INSPEKDA/2021 yang ditujukan kepada Tipikor Polres Pinrang pada tanggal 1 April 2021, diragukan LSM Pemuda Anti Korupsi (Paku). LSM Paku diketahui mendapatkan tembusan sebagai pelapor.

Dalam surat Inspektorat ini menyebutkan bahwa laporan hasil ringkasan permintaan pemeriksaan investigasi pengunaan Dana Desa pada Desa Wiringtasi tahun anggaran 2020, dibantah oleh Ketua LSM Paku Putra.

Pasalnya, kasus yang dilaporkannya itu merupakan pembangunan Jalan Beton Ruas Menralo Peternakan dengan volume panjang 298 meter yang menggunakan anggaran sebesar Rp267.303.400 juta bersumber dari Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019, bukan 2020.

“Yang kami laporkan itu Jalan Beton Ruas Menralo Peternakan tahun anggaran 2019 bukan 2020,” bantah Putra.

Tidak hanya itu, menurut Putra, terjadi kekeliruan dalam penyuratan Inspektorat itu. Bagaimana tidak, balasan surat Inspektorat ini menyebutkan laporan hasil ringkasan permintaan pemeriksaan investigasi pengunaan Dana Desa pada Desa Wiringtasi tahun anggaran 2020, namun isi surat pada kesimpulannya membahas pembangunan Jalan Beton Ruas Menralo Peternakan 298 meter menggunakan anggaran Rp267.303.400 juta dari Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019.

Walaupun Kepala Desa Wiringtasi Dewiyanti melakukan pengembalian kerugian negara sebesar 25 juta rupiah ke kas bendahara Desa, pihak LSM Paku merasa belum puas dan kembali mempertanyakan kekeliruan penyuratan Inspektorat itu.

“Surat Inspektorat ini menimbulkan lagi kecurigaan kami. Ada indikasi upaya konspirasi APIP dengan Kades Wiringtasi, pada surat tersebut tertuan di dalam, hasil pemeriksaannya pada tahun anggaran 2020 sedangkan kami melaporkan pekerjaan tahun anggaran 2019 yang menggunakan Alokasi Dana Desa, kemudian isi surat pada kesimpulan membahas tentang pekerjaan 2019, namun pada tindaklanjut rekomendasi hasil pemeriksaan inspektorat kepada Bupati itu tertulis penggunaan Dana Desa Wiringtasi tahun anggaran 2020,” kata Putra.

Sekedar diketahui, pihak Inspektorat Pinrang selama ini tidak pernah melakukan klarifikasi alias bungkam terkait sejumlah berita sebelumnya, meski sudah dihubungi berkali kali, sehingga redaksi menunggu klarifikasi.

Komentar

News Feed