oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Pilah Bahasa Jaga Etika Aksi Positif di Jagat Maya

POLEWALI MANDAR – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 30 Juni 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan 619 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Pemimpin Redaksi Mojok.co, Agung Purwandon;, Spiderman pembersih sampah dari Pare-pare, Rudi Hartono; jurnalis Kompas, Saiful Rijal Yunus; dan dosen Fakultas Teknik UNSULBAR, Amalia Chairy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Rosniawati selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Agung Purwandono yang membawakan materi keterampilan digital dengan tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Menurut dia, bijak dalam bermedia sosial dan kreatif membuat konten positif akan menghindarkan kita dari ancaman jerat UU ITE.

Berikutnya, Rudi Hartono menyampaikan materi etika digital berjudul “Bebas namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Ia mengatakan, kebebasan ekspresi kita dalam dunia digital harus memperhatikan etika berkomunikasi, penghargaan atas karya orang lain, menghindari isu SARA, Pornografi, dan Kekerasan, serta tidak mengumbar informasi pribadi berlebihan.

Sebagai pemateri ketiga, Saiful Rijal, membawakan tema budaya digital tentang “Memilah dan Memilih Bahasa di Jagad Maya”. Dalam pandangannya, kata-kata atau bahasa yang kita gunakan sifatnya lebih tajam dari pedang. “Minat baca masyarakat yang masih rendah mesti ditingkatkan untuk menghindari distorsi informasi dalam aktivitas kita yang tinggi di dunia digital,” tegasnya.

Adapun Amalia Chairy, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Kenali dan Pahami Rekam Jejak Era Digital”. Ia mengatakan, jejak dunia digital baik identitas pribadi maupun informasi lain yang kita kirim, unggah, atau bagikan, bisa disalahgunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab. “Saat ini, pemerintah bersama DPR sedang membahas RUU PDP (Perlindungan Data Pribadi) sebagai landasan hukum permasalahan tersebut,” terangnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang bagaimana cara masyarakat beradaptasi dan bijak bermedia sosial. Narasumber menjelaskan bahwa langkah pertama yang mesti dibiasakan adalah menahan diri untuk tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas. Selanjutnya, kita harus memeriksa ulang setiap informasi yang diterima. Upaya ini bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita sendiri.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Dalam acara tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed