oleh

Kades Marannu Pinrang dan Rekanan Dicurigai ‘Sekongkol’ Kurangi Volume Proyek Rabat Beton

PINRANG – Dua Rabat Beton di Desa Marannu Kecamatan Mattiro Bulu, terpantau retak retak hingga berlubang (13/6/21) siang.

Kedua Rabat Beton tersebut yakni Jalan Kampung Desa Marannu yang menelan anggaran sebanyak 655 juta rupiah bersumber dari ADD 2019 dan Dusun Punnia yang menelan anggaran sebanyak 69 juta rupiah bersumber dari ADD 2020.

Kedua Rabat Beton ini terpantau retak membelah badan jalan hingga mengalami keretakan yang cukup parah, tidak hanya itu, hasil keretakan ini juga menimbulkan banyaknya kerikil hingga pasir bertaburan ke badan jalan sehingga rawan adanya kecelakanaan.

Salah satu Jalan Rabat Beton yang retak

Ketua LSM Pemuda Anti Korupsi (Paku), Putra mencurigai adanya pengurangan volume pekerjaan hingga kualitas Rabat Beton disebut lemah.

“Itu kalau speknya diakal akali pasti kualitas Rabat Betonnya tidak sampai 3 tahun sudah retak parah. Kami curigai Kades dengan pihak rekanan adanya pengurangan volume pekerjaan untuk meraup keuntungan di dalamnya. Kami juga berencana akan melaporkan ke APH Kades Marannu terkait dugaan korupsi pekerjaan tahun anggaran 2019 dan 2020 yang menggunakan ADD,” cetus Putra kepada Infomakassar.net.

Hingga berita ini tayang Kades Marannu enggan berkomentar meski sudah dikonfirmasi berkali kali. Redaksi menunggu klarifikasi.

Komentar

News Feed