oleh

Siberkreasi dan Kominfo Didukung Facebook Edukasi Masyarakat Lewat Webinar “Pemasaran Digital ala Industri K-Pop”

JAKARTA – Siberkreasi menggelar diskusi online Zoom meeting, disiarkan melalui live streaming di Channel YouTube, LiveNex dan Facebook Siberkreasi dengan topik ‘Pemasaran Digital ala Industri K-Pop’, Kamis 24 Juni 2021.

Diskusi ini menghadirkan narasumber Ndoro Kakung, Praktisi Media Sosial sekaligus Dewan Pengarah Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Radhitia Pradana yang merupakan Social Media Lead dari Tokopedia dan Sulung Landung selaku Manajemen Artis Avatara88.

Dimoderatori oleh Annisa Virdianasari dan Aldo Kareem, selaku anggota Siberkreasi, Webinar dibuka dengan pembahasan singkat terkait teknik pemasaran melalui Media Sosial yang menjadi tren penting dalam hal komunikasi pemasaran, aspek ekonomi dan aspek bisnis.

Tren yang sedang digandrungi oleh para pelaku bisnis saat ini adalah penggunaan artis K-Pop sebagai Brand Ambassador yang dipercayai dapat meningkatkan penjualan produk yang dipasarkan.

Maraknya K-Pop di era digital ini didukung oleh kekompakan para pencinta K-Pop baik di dunia maupun di Indonesia yang terbukti berhasil dalam meningkatkan reputasi, citra perusahaan serta memperkenalkan dan memasarkan produk kepada khalayak umum melalui sosial media mereka masing-masing.

Tren ini dapat menghasilkan keuntungan bersama, baik bagi meningkatnya ketenaran artis K-Pop yang ditunjuk menjadi Key Opinion Leader dan bagi para pelaku bisnis atas terdorongnya revenue yang semakin besar dan pemasaran produk yang semakin laris.

Pemaparan pertama oleh Ndoro Kakung yang membahas tentang perkembangan pemasaran digital yang dinilai berhasil saat ini, dan juga beberapa tren yang diprediksikan akan berhasil untuk meningkatkan keuntungan para pelaku bisnis.

“Mengangkat fenomena yang baru terjadi di Indonesia, yaitu dimana salah satu bisnis restoran menggunakan strategi Influencer Marketing untuk memasarkan produk paket makanan yang terbukti efektif karena berhasil meningkatkan penjualan produk tersebut, sekaligus meningkatkan kesadaran brand,” ujar Ndoro.

Ndoro melanjutkan pembahasan dengan mengangkat salah satu strategi yang efektif, terutama di era pandemi adalah E-commerce yang memudahkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhan tanpa perlu meninggalkan tempat tinggal dipercaya akan terus meningkat.

Kemudian, Ndoro menjelaskan bahwa tren Mesin Pintar atau biasa dikenal dengan Artificial Intelligence yang tidak hanya berfungsi untuk menganalisis data konsumen, data penjualan tetapi juga dapat memudahkan para Customer Service untuk menjawab pertanyaan seputar produk dengan lebih efektif dan cepat melalui fitur Chatbot.

Terdapat beberapa strategi pemasaran digital yang dipercaya Ndoro masih efektif hingga saat ini yaitu adalah pemasaran dengan omni-channel yang merupakan model bisnis lintas kanal yang mengutamakan perjalanan pelanggan dengan menargetkan pemasaran produk pada berbagai kanal seperti smartphone, e-mail, media sosial dan lokal pasar agar konsumen dapat menemukan barang yang dicari dengan mudah.

Yang kedua adalah strategi pemasaran melalui social networking dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada media sosial untuk memasarkan iklan. Ketiga, push notifications pada website dan aplikasi yang berguna untuk memberikan informasi terkini seputar produk dan layanan terbaru.

Keempat, e-mail marketing yang berfungsi untuk menjaga hubungan jangka panjang antara pelaku bisnis dan konsumen. Ndoro juga memaparkan terdapat satu strategi yang diperkirakan akan menjadi tren ke depannya, yaitu fitur Voice Search yang dipercaya akan menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku bisnis untuk dapat memudahkan perjalanan pelanggan dalam proses jual beli.

Pemaparan kedua oleh Radhitia Pradana yang menjelaskan cara Tokopedia, sebagai salah satu e-commerce terkemuka di Indonesia yang juga melakukan strategi Influencer Marketing sebagai salah satu bentuk pemasaran produk dan meningkatkan citra perusahaan.

“Pemanfaatan sosial media oleh Tokopedia bertujuan untuk mendorong penjualan para merchants yang dimulai dengan memahami konsumen atau audiens yang diharapkan dapat menunjang keberhasilan konten-konten relevan, dengan cara mengikuti keragaman perilaku dalam setiap kanal sosial media,” tutur Radhitia.

Formulasi yang diterapkan oleh Tokopedia untuk memberikan konten terbaik bagi para konsumennya adalah dengan cara membahas tren yang sedang hangat dibicarakan oleh audiens, mengemas konten-konten video secara orisinil dan memberikan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif.

Terdapat salah satu parameter mengukur keberhasilan pembuatan konten yaitu dengan memerhatikan engagement rate yang dapat menjadi bukti keabsahan relevansi konten tersebut, dilihat dari seberapa banyak konten tersebut disimpan, dibagikan, mengundang komentar dan like.

Pemaparan ketiga oleh Sulung Landung selaku Manajemen Artis Avatara88 yang menjelaskan cara efektif menciptakan personal branding bagi setiap figur publik yang dinaungi oleh Avatara88.

“Yang pertama adalah memahami bahwa publik memiliki ekspektasi akan masing-masing artis yang harus diperhatikan.

“Yang kedua adalah dengan cara rutin berdiskusi untuk mempelajari fenomena-fenomena atau isu menarik untuk membuat formulasi yang sesuai dengan masing-masing artis,” jelas Sulung.

Strategi ketiga adalah dengan cara membuat perencanaan jangka pendek untuk dapat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan penyebarluasan informasi, sehingga konten yang dihasilkan oleh para artis menjadi relevan dengan isu terkini.

Perencanaan jangka pendek ini juga memudahkan manajemen artis dan artis tersebut untuk berinovasi secara efektif mengikuti perubahan yang ada.

Sulung juga percaya bahwa penting untuk membuat formulasi, menentukan topik pembahasan yang sesuai dengan karakter masing-masing artis, karena karakter adalah kekuatan yang dapat menunjang keberhasilan personal branding yang telah dibangun.

Pemaparan terakhir oleh Sulung adalah dengan membahas bahwa tanggung jawab seorang Manajemen Artis adalah untuk mengoptimalkan potensi dan karakter dari masing-masing artis dan juga mendorong mereka untuk terus berkarya, sehingga dapat terus beradaptasi dengan kondisi terkini.

Pada akhirnya, ketiga narasumber setuju bahwa influencer marketing menjadi salah satu tren pemasaran digital yang efektif untuk meningkatkan kesadaran brand, citra perusahaan dan pemasaran produk yang tentu saja perlu disesuaikan dengan minat para konsumen, karakter para artis dan prinsip pelaku bisnis dan mengikuti perubahan yang ada.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara. Webinar selengkapnya dapat disimak di YouTube Siberkreasi pada tautan
https://youtu.be/7kqyrxmgkB0.

Informasi mengenai kegiatan webinar edukatif seputar generasi digital Siberkreasi berikutnya dapat dipantau di Instagram @siberkreasi.

Komentar

News Feed