oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Bajik Saja Tak Cukup, Jadilah Bijak!

MINAHASA TENGGARA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juni 2021 di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Khotbah yang Ramah di Internet”.

Program kali ini diikuti oleh 597 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Humas PGI, Philip Artha S; pegiat literasi digital Sulut, Yinthze Gunde; penulis, Aan Mansyur; dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Tristania Dyah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Philip Artha yang membawakan tema “Digital Skill: Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama”. Menurut dia, literasi keagamaan dapat membawa proses saling memahami, toleransi, keadilan sosial, dan multikulturalisme di antara umat beragama. “Para pemuka agama dan jaringannya merupakan ujung tombak penyebaran nilai-nilai keagamaan yang damai, progresif, dan sesuai cita-cita bangsa,” katanya.

Berikutnya, Yinthze Gunde menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Hindarkan Jempolmu dari Jerat UU ITE”. Ia mengatakan, dalam bermedia sosial, kita harus menggunakan bahasa yang bijak, tak mengandung hoaks maupun SARA, menghargai orang lain, dan mengendalikan diri. “Abai akan hal-hal tersebut bisa beresiko terjerat UU ITE Pasal 28 ayat 2, di mana ancaman hukumannya hingga enam tahun penjara dan denda sampai satu miliar,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Aan Mansyur membawakan tema tentang “Digital Culture: Di Dunia yang Tidak Adil, Menjadi Orang Baik Tidak Cukup”. Dalam pandangannya, bahasa yang digunakan di dunia digital semestinya adalah bahasa yang menjernihkan membuka ruang interaksi positif, dan melawan penindasan atau ketidakadilan. “Kebaikan adalah hal yang sangat penting, tapi itu tidak sama dengan keadilan”, ujarnya.

Adapun Agustivo Tumundo, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, beragamnya latar belakang penduduk Indonesia yang berinteraksi di media sosial dapat menciptakan suasana yang tidak kondusif jika tidak memahami tata cara dan etika internet. “Berbagai UU dan Peraturan terkait ini mesti kita pahami dan terapkan untuk mewujudkan kehidupan digital yang sehat,” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed