oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Dakwah yang Transformatif dan Edukatif di Media Sosial

TAKALAR, 18 Juni 2021 – Dalam rangka sosialisasi literasi digital terhadap masyarakat Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerja sama dengan gerakan nasional literasi digital Siber Kreasi mengadakan sesi webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi. Pada kali ini Kominfo menyapa warga Takalar melalui webinar bertema ‘Dakwah yang Ramah di Internet’ yang digelar pada Jumat (18/6) malam. Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini adalah aktivis Kebhinekaan dan Perempuan ICRP, Muayati Dosen Ilmu Dakwah IAIN, Palu Syamsuri Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin, Firdaus Muhammad; dan tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar, Muannas. Episode di Takalar kali ini diikuti oleh 349 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi ini menargetkan 57.550 peserta.

Mengawali pemaparan, Muayati memberikan materi tentang keterampilan digital perihal dakwah transformatif dan literasi digital. Menurutnya, manusia sebagai agen moral di bumi memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan dakwah yang transformatif, namun tetap humanis. “Esensi dakwah adalah upaya transformatif ke arah yang lebih baik. Dakwah zaman dulu dan sekarang itu beda karena audiensnya juga beda. Jadi, kita kalau mau berdakwah juga harus terus mau belajar dari hal-hal baru atau tren yang ada ,” tuturnya.

Dia melanjutkan, saat ini dakwah di media sosial (medsos) ada yang tergolong dakwah transformatif, namun tak sedikit juga konten dakwah yang terlarang. Dakwah transformatif bisa mengandung unsur komunikasi, edukasi, promosi, diseminasi, dan rekreasi. Adapun dakwah terlarang biasanya berisi berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, provokasi, fitnah, dan konten-konten negatif.

Berlanjut ke narasumber kedua, Syamsuri membawakan tema terkait keamanan digital. Dalam paparannya, dia menjelaskan perihal tuntunan atau tata cara berkomentar di media sosial. Bahwasanya ketika manusia berkomunikasi dengan jari jemari dan merangkai kata dan kalimat itu tentunya harus dengan tuntunan Ilahi, yaitu kemanusiaan yang penuh dengan peradaban.

Syamsuri juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama manusia. “Jadi, kalau mau berkomentar di media sosial, berikan informasi yang bermakna dan bermanfaat bagi yang membuat atau membaca status,” ucapnya.

Melangkah ke pembicara selanjutnya, Firdaus Muhammad mempresentasikan tentang budaya digital, yakni budaya yang terbentuk seiring kemunculan dan penggunaan digital. Menurut dia, kita harus mengenalkan dan membangun kesadaran untuk memanfaatkan digitalisasi ini dengan lebih positif dan adaptif. “Memasukkan konten-konten dakwah di media sosial juga merupakan bentuk dari adaptasi tadi. Berdakwah melalui internet menjadi keniscayaan karena saat ini ada kecenderungan media sosial menjadi rujukan pertama masyarakat dalam belajar agama di era digital,” tuturnya.

Pembicara pamungkas, Muannas menyampaikan presentasi berjudul “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Dia mengingatkan bahwa pada prinsipnya internet itu sesungguhnya berbahaya kecuali bisa dipastikan keamanan dan manfaatnya. Menurut dia, keamanan digital harus dikuasai supaya bisa berinternet secara sehat, apalagi di tengah ancaman digital yang terus meningkat. “Ancaman digital terus berkembang sehingga pembaruan perlindungan aplikasi juga harus terus dilakukan. Kita harus melakukan pengamanan terhadap perangkat digital, identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, serta melindungi keamanan digital bagi anak karena mereka adalah masa depan bangsa,” paparnya.

Usai keempat narasumber memaparkan materi, webinar Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta yang hadir secara daring antusias melayangkan pertanyaan kepada para narasumber terkait tema yang disampaikan. Penanya juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 untuk 10 orang terpilih.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang telah disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed