oleh

Polres Maros Perlu Lebih Sigap Mengungkap Kasus Pembunuhan

-Berita-125 views

MAKASSAR – Kriminalitas akan selalu membawa segudang tanda tanya. Jumat, 11 Juni 2021, seorang laki-laki ditemukan tewas di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros. Tubuh laki-laki itu hangus dilalap api. Dugaan kuat, badan korban dibakar oleh seseorang yang hingga saat ini belum diketahui aktor dan pelakunya.

Menurut Dr. Arqam Azikin selaku Analis Politik dan Hankam menyampaikan bahwa hasil analisa tim laboratorium forensik Polda Sulsel yang mengotopsi mayat, memperkuat dugaan bahwa korban dibakar, bukan terbakar, karena terdapat bekas cairan berupa bensin pada tubuh korban. Selain itu, ada beberapa luka tusukan, yang dari informasi bisa digambarkan bahwa korban ditusuk terlebih dahulu sebelum dibakar oleh pelaku.

“Fenomena ini terbilang begitu sadis dan keji. Kasus pembunuhan dengan penyiksaan menggunakan api ini bisa membuat masyarakat seperti diteror. Terlebih, si pelaku pembunuhan masih berkeliaran, belum terungkap hingga sekarang. Mesti ada tindakan yang terorganisir untuk secepatnya menangkap pelaku dan membuat psikologi masyarakat kembali nyaman oleh pihak kepolisian setempat. Jika tidak, bisa jadi kekacauan dan ketakutan masyarakat yang dibiarkan berlarut akan memicu tindakan kriminalitas berkembang ke arah yang tak terduga,” lanjut dikatakan.

Kasus ini jadi kabar buruk bagi seluruh masyarakat Maros. Perisitiwa penemuan mayat yang hangus akibat dibakar ini jadi kasus yang kedua dalam dua bulan terakhir. Kasus pertama terjadi di Kecamatan Mandai pada April lalu. Korbannya sama-sama berjenis kelamin laki-laki. Mayatnya ditemukan di dalam mobil tua yang telah dibakar. Sampai kini belum juga ada tanda-tanda siapa pelakunya.

Dua kasus pembunuhan dengan pola yang sama terjadi nyaris di waktu yang berdekatan. Memang belum ada bukti kuat menunjukkan kaitan antara kasus pertama dan kedua, apakah pelakunya orang yang sama atau bukan. Namun kita mesti bertanya, mengapa kejadian ini tampaknya ditindaklanjuti secara lamban oleh penegak hukum setempat. Padahal, sudah ada rekomendasi ilmiah dari laboratarium forensik dan bidang kedokteran kesehatan Polda Sulsel untuk mendukung proses investigasi.

Kita tentu saja tak ingin ada korban ketiga, keempat, kelima, baru ada tindakan yang serius dari Polres Maros untuk melakukan penyelidikan. Pembunuhan bukan kasus sepele yang bisa ditangani seperti menangani kasus pencurian motor. Dua orang manusia yang menjadi korban, bukan sekadar angka. Mereka punya nama, punya identitas, punya keluarga, dan punya kehidupan sosial yang nyata.

“Pihak kepolisian Maros sudah seharusnya sigap menanggapi kasus ini. Terlebih, kasus ini bukan kasus kriminalitas biasa. Ini kasus berpidana berat. Ada nyawa manusia yang sengaja dihilangkan di sana. Polisi perlu lebih cekatan menjalankan tugasnya mengungkap pelaku pembunuhan dan juga mengembalikan stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” tutup Dr. Arqam Azikin, kepada Infomakassar.net, Selasa, (15/6/21) malam.

Komentar

News Feed