oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Unggahan di Media Sosial Harus Bertanggung Jawab

KONAWE UTARA, 15 Juni 2021 – Kegiatan Literasi Digital bagi masyarakat Sulawesi, yang merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi, hari ini dilaksanakan untuk wilayah Konawe Utara. Sebagai kegiatan pembuka, moderator menghadirkan beberapa narasumber di antaranya, Bambang selaku Dosen Magister Hukum Universitas Semarang, Syaifuddin Gani selaku Pendiri Pustaka Kabarti dan Peneliti Kantor Bahasa Prov. Sultra, Arham Rasyid selaku Penulis dan Ramsiah Tasruddin selaku Dosen di UIN Makassar. Episode kali ini diikuti 0leh 373 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Kegiatan diawali dengan menampilkan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri, jadi saat jaringan internet sudah tersedia harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” jelas Presiden. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan narasumber oleh moderator kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Narasumber pertama yang menyampaikan materinya ialah Bambang Sadono dengan materi ‘Mengkreasi Content Jurnalistik di Ruang Digital.’ Bambang menyajikan video yang berisi 90% masyarakat Indonesia menyukai transaksi melalui digital walaupun pandemi COVID-19 telah usai. Bambang menggarisbawahi bahwa pandemi ini membuat transaksi melalui digital semakin berkembang. Selanjutnya, ia memutar beberapa video yang menyatakan bahwa jurnalis tetap bisa bekerja dan diakui pekerjaannya walaupun hanya secara daring.

Bambang juga menekankan semua orang memang bisa mengunggah apapun di media sosial, tetapi hanya orang yang memiliki kode etik di bidang jurnalistik atau wartawan dengan lembaga yang diakui secara hukum yang dipercaya bahwa kredibilitas berita yang disebarkannya sudah terjamin.

Narasumber kedua yang menyampaikan materi ialah Syaifuddin Gani yang membahas ‘Transaksi Jual-Beli di Media Digital’. Gani menerangkan diagram media sosial dengan pengguna aktif terbanyak pada bulan April 2020 dan media sosial paling populer jatuh kepada Facebook. Hal tersebut membuktikan bahwa media digital sangat berkembang pesat sehingga dapat digunakan sebagai media dalam bertransaksi. Namun, walaupun begitu, masih banyak pengguna media sosial yang terjerat kasus hukum akibat tidak melek literasi digital.

Narasumber ketiga yang menyampaikan materi ialah Arham Rasyid yang membahas ‘Pilih Mana, Nabung Atau Belanja Online?.’ Pada awal sesi, Arham memaparkan tipe-tipe pembelanja yang terdiri dari pembelanja sosial, pembelanja terencana, pembelanja suka bersedekah, pembelanja untuk terapi, dan pembelanja menyebalkan. Arham juga menuturkan bentuk-bentuk godaan belanja, seperti diskon, belanja impulsif, tren dan gaya hidup, serta kemudahan.

“Efek belanja daring yang mudah dapat menyebabkan orang menjadi konsumtif sehingga kita harus dapat mengendalikan diri agar tidak menyesal kemudian,” katanya.

Narasumber terakhir adalah Ramsiah Tasruddin yang membahas ‘Main Aman Saat Belanja Online.’ Ramsiah menyajikan diagram yang menunjukkan bahwa belanja secara daring didominasi oleh generasi Z dan usia milenial. Menurutnya, salah satu alasan mengapa minat berbelanja secara daring sangat tinggi adalah adanya promo diskon yang menarik lalu disusul dengan promo gratis ongkos kirim. Ia juga menjelaskan bahwa ternyata produk yang sering dibeli dalam belanja daring adalah pakaian dan kosmetik.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Sepuluh peserta beruntung akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap pesertanya.

Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar. Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi. Sementara itu, salah seorang peserta, Alya Dwi Saputri, menanyakan apakah transaksi digital dapat dilakukan di desa yang jaringannya buruk dan bagaimana cara mengatasinya. Menurut Bambang, tanggung jawab perbaikan jaringan ada di tangan pemerintah, tetapi masyarakat juga dapat membantu mengatasinya dengan cara mengembangkan fasilitas-fasilitas yang ada.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed