oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Belanja Aman dan Praktis dengan Dompet Digital, Hindari Penipuan

 

POHUWATO – Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, memasuki pekan kedua penyelenggaraan. Kegiatan webinar diselenggarakan di Pohuwato, 15 Juni 2021 dan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Irfan Juniyanto Saleh selaku pendiri DETA SHOP yang memberikan materi digital skill dengan tema ‘Cara Menggunakan Dompet Digital dalam Transaksi Elektronik’. Kemudian, ada juga Faisal Pakaya selaku Ketua Rumah Produktif Indonesia, DPW Gorontalo, yang memberikan materi digital ethics dengan tema ‘Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital’.

Adapun narasumber ketiga, yakni Fachruddin Palapa selaku perwakilan MAFINDO yang juga perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar yang menyampaikan materi digital culture dengan tema ‘Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?’. Sedangkan narasumber terakhir, yaitu seorang narablog yang dikenal dengan panggilan Daeng Ipul, yang menyampaikan materi digital safety dengan tema ‘Main Aman saat Belanja Online’. kegiatan ini diikuti oleh 539 peserta. Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Kegiatan diawali dengan menampilkan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri, jadi saat jaringan internet sudah tersedia harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” jelas Joko Widodo. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan narasumber oleh moderator kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Mengawali diskusi, Irfan Juniyanto menjelaskan, dompet digital sederhananya didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang bisa menyimpan uang dan dapat digunakan untuk melakukan transaksi daring. Penggunaan dompet digital meningkat 70% saat pandemi Covid-19 karena beberapa manfaatnya, diantaranya sederhana, hemat waktu atau cepat, banyak promo, tidak perlu ke bank, dan aman.

Dalam perkembangannya dompet digital memberikan banyak layanan, seperti untuk pembayaran layanan publik, transaksi nontunai, kirim saldo sesama pengguna, dan fitur bayar nanti atau paylater. “Sebagai sebuah aplikasi, karena saya juga bekerja sebagai pengembang, maka pertama syaratnya adalah harus user friendly. Untuk menggunakannya orang tidak perlu mencontek manual book. Syarat lainnya, yaitu familiar, faster, serta terkait perlindungan dan keamanan,” ujar Irfan.

Dalam kesempatan sama, Faisal Pakaya selaku Ketua Rumah Produktif Indonesia menuturkan dalam berinteraksi digital, seseorang perlu memiliki etika atau istilahnya netiket, yaitu etika berkomunikasi melalui internet. Beberapa etika dalam berinteraksi secara digital yang perlu dipahami: (1) Saat kita berada di internet, kita semua adalah manusia seperti di dunia nyata; (2) Mengikuti aturan yang ada pada kehidupan sehari-hari ketika Anda ada dalam jaringan; (3) Jangan memberikan informasi-informasi yang belum valid; (4) Perhatikan kata-kata yang ditulis, jangan menggunakan kata-kata yang mengandung SARA; dan (5) Berhati-hati ketika memberikan data-data pribadi.

Kemudian (6) Hindari perselisihan/provokasi; (7) Hati-hati ketika menggunakan huruf kapital atau kata kapital karena penggunaan tersebut bisa berarti berteriak; (8) Memohon maaf ketika kita melakukan kesalahan, (9) Hargai pengguna internet lain: hindari plagiasi, jangan ambil keuntungan secara ilegal dari internet. Sementara itu, ada beberapa jenis kejahatan siber yang perlu diwaspadai pengguna internet: siber terorisme, siber pornografi, cyber harassment, cyber stalking, hacking dan carding.

Fachruddin Palapa selaku perwakilan MAFINDO yang juga perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menyampaikan mengenai kebiasaan baik menabung dan kebiasaan boros yang wajib dihindari saat berbelanja daring. Kuncinya adalah, kalau setiap orang bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, pasti kebiasaan boros ini bisa dihilangkan sedikit demi sedikit.

“Coba tanyakan ke diri sendiri, sudahkah mengelola keuangan dengan baik? Sudahkan Anda memiliki nilai ideal untuk tabungan, dana darurat, dan investasi? Apabila mengalami kesulitan untuk mulai menabung dan investasi, kini saatnya Anda sadar untuk mengubah kebiasaan buruk keuangan sebelum semua terlambat,” tuturnya.

Narasumber terakhir, Daeng Ipul berbagi mengenai hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat berbelanja daring. Pertama, waspada harga yang tidak wajar. Jebakan harga murah adalah modus yang paling sering digunakan oleh para penipu. Terkadang dengan alasan barang pabrik, barang hasil lelang, dan sebagainya. Kedua, pengikut palsu. Bila penjual menggunakan Instagram, perhatikan perbandingan antara jumlah pengikut dan jumlah suka pada produk mereka. Cek juga apakah akun tersebut pernah berganti nama atau tidak.

Ketiga, apakah kolom komentar dinonaktifkan atau tidak. Akun penipu biasanya menutup kolom komentar untuk menghindari para korban memberikan testimoni. Keempat, testimoni palsu. Testimoni mencurigakan biasanya menggunakan bahasa yang berlebihan dan terkesan terlalu memuji. Terakhir, cek rekening yang diberikan. Anda bisa menggunakan website cekrekening.id yang disediakan oleh Kominfo untuk melihat apakah rekening yang diberikan oleh pelaku terdaftar sebagai rekening penipu atau bukan.

Daeng Ipul juga memberikan tips aman berbelanja daring: (1) Berhati-hatilah dalam memberikan informasi; (2) Gunakan metode pembayaran yang aman; (3) Amankan perangkat dengan antivirus; (4) Gunakan kata sandi yang kuat; (5) Hindari penggunaan kata sandi yang sama untuk aplikasi yang berbeda; (6) Waspadai phising; dan (7) Hindari berbelanja atau transfer menggunakan wifi publik. “Selalu gunakan wifi terpercaya, atau gunakan VPN,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Sepuluh peserta beruntung, akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp 100.000 untuk setiap pesertanya.

Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar. Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi. Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed