oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Kontrol Diri dalam Belanja Daring Itu Perlu

MANADO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 Juni 2021 di Manado, Sulawesi Utara . Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.

Program kali ini menghadirkan jumlah narasumber yang terdiri dari Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Utara, Ivanry Matu; Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Sulawesi Utara, Supriadi; CEO Waus Energy, Chris Longdong; dan praktisi komunikasi, Neneng Athiatul. Episode kali ini diikuti oleh 182 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Ivanry Matu yang membawakan tema “Digital Culture: Pilih Mana, Nabung atau Belanja Online”. Ia mengingatkan pentingnya berbelanja daring secara bijak. Menurutnya, berbelanja daring memang memudahkan dan menghemat waktu serta bisa lebih murah karena banyak promo yang ditawarkan. Namun, pembeli harus menimbang setiap transaksi yang akan dilakukan agar tidak terjebak kepada perilaku konsumtif. “Kalau bisa tanyakanlah ke diri kita sampai lima kali sebelum membeli barang, apakah barangnya kita butuhkan. Kadang kita hanya melihat nominal barang nya kecil tapi kalau kecil dan dilakukan berkali-kali maka nilainya akan menjadi besar,” ujarnya.

Berikutnya, Supriadi memberikan materi berjudul “Antara Menabung dan Belanja Online”. Dia menuturkan layanan belanja daring telah mengubah pola hidup masyarakat dalam bertransaksi. “Karena dunia dalam genggaman, maka makan saja dipesan daring. Mereka jadi malas ke restoran atau makan di rumah,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Chris Longdong membawakan tema berjudul “Digital Ethics: Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia menjabarkan etika bertransaksi daring dari pembeli ke penjual, serta sebaliknya. Dia mengingatkan pembeli untuk selalu menimbang kebutuhan, memeriksa laman secara teliti, memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku, serta mengkomunikasikan dahulu kepada penjual untuk menghindari kerugian serta kekecewaan.

Adapun Neneng Athiatul Faiziyah memaparkan materi berjudul “Digital Safety: Main Aman saat Belanja Online”. Ia menjelaskan beberapa cara untuk menjaga keamanan dalam menggunakan media daring sebagai sarana bertransaksi baik sebagai penjual maupun pembeli. Menurutnya, penjual harus bisa memilih platform e-dagang yang pas serta membangun kepercayaan dengan pembelinya untuk meningkatkan transaksi. Di sisi lain, pembeli sebaiknya menggunakan bahasa yang baik serta menjaga jejak digital di website penjual seperti dengan memberikan komentar yang baik.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi penanya terpilih.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed