oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021 Dompet Digital Cegah Pemborosan

LUWU – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 Juni 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”. Kamis, 10 Juni 2021.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Syarif Ramaputra dari Mafindo; Rosnaini Daga selaku Direktur Pascasarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar; Rika Dwi Ayu Parmitasari selaku dosen dan Ketua Jurusan Manajemen UIN Alauddin Makassar; serta Aulia Qilbi selaku selebgram. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Hesty Imaniar selaku jurnalis. Episode kali ini diikuti oleh 180 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Narasumber pertama, Syarief Ramaputra, memberikan materi “Digital Skills: Tren Penggunaan Dompet Digital di Indonesia.” Dalam paparannya, ia memberi tips sederhana dalam menggunakan dompet digital. Pertama, pilih aplikasi yang dibutuhkan. Kedua, batasi jumlah saldo tersimpan. Ketiga, bijak dalam penggunaan. Keempat, sering mengganti kata sandi. Kelima, hindari jaringan internet publik. “Terakhir, boleh saja memanfaatkan promo yang ditawarkan, dengan catatan jangan boros,” urainya.

Rosnaini Daga sebagai pemateri kedua, mengusung materi “Digital Ethics: Memahami Aturan Bertransaksi dengan Dompet Digital.” Menurut Rosnaini, etika digital menekankan pada tanggung jawab moral yang harus kita miliki. Dengan kata lain, sebelum bertransaksi dengan dompet digital, kita harus menakar diri sendiri. “Kita harus dapat membedakan antara kebutuhan atau sekadar keinginan,” imbuhnya.

Pembicara ketiga, Rika Dwi Ayu Parmitasari menguraikan materi “Digital Culture: Saving vs Online Shopping.” Rika menjelaskan, digitalisasi yang memberi kemudahan akses pembayaran dan jasa keuangan, ikut membentuk konsumen digital di masa pandemi. “Budaya belanja daring akan menjadi budaya baru dalam beberapa tahun ke depan,” kata dia.

Narasumber terakhir, Aulia Qalbi, menguraikan materi “Digital Safety: Dompet Digital?” Dalam presentasinya, ia menjelaskan tentang kelebihan dompet digital, yaitu minim kontak fisik, banyak promo, dan lebih nyaman. “Pengguna dompet digital juga bisa membandingkan harga dan kualitas barang yang akan dibeli,” tutur Aulia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber tepercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed