oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Berbelanja Daring dengan Aman untuk Mencegah Keborosan

PANGKEP – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Juni 2021 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “‘Bagaimana Berbelanja Aman dengan Dompet Digital”. Rabu, 9 Juni 2021.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini adalah dosen Universitas Fajar Makassar Habib Muhammad Shahib, OVO City Manager Brando Sumampouw, dan perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pembicara pertama, Habib M Shahib, memberikan materi berjudul “Digital Skills: Untuk Literasi Keuangan Daring”. Dia mengingatkan, tanpa keahlian digital dan literasi yang cukup, kemajuan dunia digital bisa menjadi toxic dan berbahaya. Menurutnya, banyak kejahatan di dunia digital, seperti kebocoran data dan pinjaman daring. “Pahami bahwa aplikasi yang berkaitan dengan uang, seperti gim, belanja, dan pinjaman daring bisa membuat kecanduan. Kontrollah diri kita dengan sering melihat arus kas di dompet digital,” ujarnya.

Pembicara kedua, Brando Sumampouw, memaparkan materi berjudul “Solusi Aman Bertransaksi Digital”. Dia mengatakan, ada kerentanan dari pengguna media digital dalam bertransaksi seperti sikap abai terhadap keamanan data pribadi, serta belum terbiasanya menggunakan teknologi. Padahal, sejumlah risiko besar muncul dari bertransaksi daring, seperti pengelabuan (phishing), malware, pemalsuan informasi, dan serangan yang bertujuan mengganggu kondisi psikologis untuk mendapatkan informasi yang diminta.

“Agar aman, buatlah kata sandi untuk akun media sosial, tapi jangan buat kata sandi dengan pengulangan atau kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal ulang tahun,” tuturnya.

Pembicara ketiga, Mike Rini, memaparkan materi berjudul “Digital Culture: Pilih Nabung atau Belanja Online”. Ia mengingatkan belanja daring bisa menjebak pembeli untuk bersifat boros karena mudah dan banyak memberikan promosi. “Kita harus membanding-bandingkan dulu mana toko yang menawarkan harga lebih murah. Belanja daring bisa menjadi hemat jika dilakukan berdasarkan kebutuhan, dibayar lunas, dan dilakukan sesuai daftar belanja,” ucapnya.

Namun, belanja daring bisa menjadi boros jika hanya memenuhi lapar mata, terbiasa berhutang, dan hanya terbujuk rayuan strategi promosi. Mike menjelaskan, dari pada terus menghabiskan anggaran untuk belanja, pengguna bisa menjadikan aplikasi di media digital sebagai sarana untuk memulai untuk berinvestasi dengan menabung emas atau saham. Mike juga memberikan tips bagi pengguna media digital untuk mengurangi sifat boros. “Setiap habis menerima gaji, sisihkanlah 10-30% untuk investasi, 30% lebih untuk cicilan, 5-10% untuk premi asuransi, dan sekitar 50% untuk biaya hidup,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Beberapa peserta menyampaikan pertanyaan bagaimana memilih aplikasi belanja daring yang efisien serta cara untuk menghindari serangan psikologis dalam berbelanja daring seperti promo flash sale. Penanya juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed