oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Kiat Berbelanja Daring Tanpa Terjebak Perilaku Impulsif

BARRU – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan gerakan nasional literasi digital Siber Kreasi mengadakan sesi webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi. Kali ini giliran masyarakat Barru, Sulawesi Selatan, yang berkesempatan mengikuti webinar bertajuk “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital” yang digelar pada Selasa, 8 Juni 2021.

Sejumlah nara sumber yang dihadirkan dalam webinar ini diantaranya Dosen dan Anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Adven Sarbani, Founder Barru.org Anca Adriansa, Dosen Politeknik STIA LAN Makassar Anhar Dana Putra, serta Pengajar UMI Makassar Suwito Pomalingo. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pembicara pertama, Adven Sarbani menyampaikan pemaparan berjudul “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”. Saat ini belanja daring sangat diminati karena lebih praktis, mudah, dan nyaman. Pembayaran di lokapasar atau situs belanja daring juga kian mudah dengan adanya dompet digital. Menurut Adven, kecanggihan dompet digital harus dimanfaatkan, tapi harus juga diwaspadai risiko-risikonya. Dia pun lantas memberikan tips dalam memilih dompet digital. “Kenali masing-masing karakteristik dari setiap dompet digital dan tentukan peruntukannya untuk apa saja? Hal penting lainnya adalah menentukan kebutuhan apa saja yang jadi prioritas sehingga kita bisa terhindar dari kebiasaan berbelanja berlebihan hanya karena memenuhi keinginan ketimbang kebutuhan,” ujarnya.

Menyambung paparan Adven, Anca Ardiansyah menyampaikan paparan tentang etika digital. Bahwasanya dalam bertransaksi belanja daring, pembeli dan penjual harus saling menghargai dan memperhatikan etika. Bagi pembeli, agar nyaman berbelanja daring, sebaiknya kenali dulu profil penjual atau toko daringnya, kenali juga produknya, bandingkan harganya, dan pilih pembayaran yang aman. “Manfaatkan fitur chatting untuk berinteraksi dengan penjual. Lalu, kalau kita puas dengan barang yang dijual, hendaknya kita berikan testimoni karena ini akan bermanfaat bagi calon pembeli selanjutnya,” ucapnya.

Berlanjut ke narasumber ketiga, Anhar Dana Putra menyampaikan presentasi tentang budaya digital dengan judul “Pilih Mana, Nabung atau Belanja Online?”. Menurut data statistik, pada 2018 sebanyak 1,8 miliar penduduk dunia membeli barang secara daring. Ini menunjukkan bahwa digital tak terelakkan dan telah menjadi gaya hidup atau budaya baru masyarakat modern. Agar tidak terjebak pada perilaku belanja berlebihan atau impulsif, Anhar menyarankan pengaturan proporsi anggaran yang sehat dengan formulasi 50/30/20. “Jadi, dari 100 persen pendapatan, alokasikan 50 persen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk memenuhi keinginan seperti belanja dan hiburan, serta 20 persen untuk ditabung,” tuturnya.

Suwito Pomalingo, sebagai pembicara terakhir, menyampaikan presentasi berjudul “Main Aman Saat Belanja Online”. Dia menjelaskan berbagai risiko keamanan belanja daring, salah satunya adalah pencurian identitas pribadi. Pada dasarnya penjahat dunia maya bertujuan mencuri sebanyak mungkin informasi pribadi seperti nama lengkap, nomor ponsel, alamat email, alamat fisik. Begitu mereka memilikinya, kata Suwito, mereka melelangnya secara daring di deep web atau dark web, atau menggunakannya untuk melakukan penipuan dengan menyamar sebagai Anda. “Maka dari itu, jangan semua data kita umbar. Saat berbelanja daring juga perhatikan keamanan, misalnya dengan tidak menggunakan koneksi WiFi di tempat umum,” tandasnya.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Sejumlah peserta yang hadir secara daring antusias menyampaikan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan. Para penanya juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed