oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Sejumlah Pakar Komunikasi Ingatkan Cara Aman dan Nyaman di Internet

PANGKEP – Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo dan dilaksanakan secara virtual, memasuki hari ketujuh. Pada hari ini, webinar Literasi Digital yang mengusung tema “Berbahasa yang Baik dan Benar: Menjadi Aman dan Nyaman di Internet” difokuskan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan dengan dihadiri oleh 286 peserta, Senin, 7 Juni 2021.

Dalam webinar kali ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu pendiri Climate Institute Putri Potabuga dengan tema “Digital Skill: Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”; dosen Komunikasi UIN Alauddin Makassar Irnawati Bachtiar dengan tema “Digital Ethic: Etika dalam Bermedia Sosial di Internet”; dosen Universitas Ciputra Surabaya Gus Aan Anshori dengan tema “Digital Culture: Bagaimana Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”, serta Dekan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad dengan tema “Digital Safety: Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital”.

Menurut narasumber pertama, Putri Potabuga, ada dua keterampilan yang diperlukan saat menggunakan media sosial di internet. Kedua keterampilan tersebut adalah berpikir kritis dan memiliki empati. Apabila menerima sebuah kabar atau berita, sebaiknya diperiksa terlebih dahulu kebenaran dari berita tersebut. Kemudian, setelah diperiksa, harus dipikirkan apakah kita pantas atau tidak untuk menyebarluaskan berita tersebut. Penting untuk dipahami bahwa setiap unggahan di media sosial mencerminkan profil pengunggahnya.

“Ketika menerima pesan, harus berpikir kritis dulu sebelum share (bagikan). Jadi perlu digunakan pola ini dalam bermedia sosial. Dalam menerima berita, kita harus lihat apakah beritanya valid atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, nara sumber kedua Irnawati Bachtiar juga mengingatkan pentingnya dalam beretika di dunia digital. Etika itu, katanya, antara lain adalah dengan bertanggung jawab terkait materi yang disukai, dibagikan, maupun yang diunggah. Menyadari sulitnya menyadarkan warganet untuk beretika digital, ia mengingatkan, bahwa hal itu harus diawali dari diri sendiri.

“Kita sebagai warganet sebenarnya sudah terkoneksi dengan 4,7 miliar penduduk di bumi atau sepertiga belahan bumi di tahun 2021. Apa yang kita unggah sama-sama terbaca dan terhubung dengan 4,7 miliar warga lainnya. Oleh karena itu, kita harus bertanggung jawab apa yang kita share,” ucapnya.

Selain bertanggungjawab, Irnawati juga menggarisbawahi lima fungsi penting warganet lainnya, di antaranya menciptakan keamanan digital, menambah informasi dan menangkap peluang bisnis.

Narasumber ketiga, Gus Aan Anshori, mengingatkan warganet untuk berpikir ulang sebelum mengirim pesan. Gus Aan juga menekankan pentingnya membangun kultur digital yang lebih berbudaya dan santun. Salah satunya, imbuh dia, adalah dengan menggunakan bahasa yang baik yang benar, tanpa singkatan.

“Bahasa yang terkorupsi mudah memicu konflik dan menimbulkan kesalahpahaman,” kata Gus Aan.

Narasumber terakhir atau yang keempat, Firdaus Muhammad, menambahkan mengenai tingginya penggunaan media sosial di Indonesia yang ternyata belum diikuti oleh kesadaran warganet mengenai manfaat dan risiko dalam berselancar di media tersebut. Akibatnya banyak warganet yang masih abai dan belum memanfaatkan potensi yang ada. “Banyak orang tidak paham cara menggunakan media sosial yang sehat dan aman,” ujarnya.

Menurut Firdaus, ketidaksadaran tersebut mendorong tingkat perisakan siber yang tinggi di Tanah Air dan juga penyalahgunaan informasi personal yang direkam warganet, baik sengaja maupun tidak. Untuk itu, ia mengimbau penting membuat rekam digital, baik di gawai maupun di media sosial, yang aman dan nyaman. Ia juga mengingatkan bahwa jejak digital merupakan komponen yang sangat penting bagi seseorang untuk membangun citra diri.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed