oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Dakwah yang Ramah di Internet

GOWA – Webinar Literasi Digital kembali digelar secara virtual dengan topik ‘Dakwah yang Ramah di Internet’, di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 Juni 2021. Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 wita, dengan menghadirkan Anita Wahid selaku Wakil Ketua Siberkreasi, DR. Firdaus Muhammad, MA selaku Dekan Fakultas Dakwah Komunikasi UIN Alaudin Makassar, Upi Asmaradhana selaku Duta Literasi Digital Sulawesi dan Irwan ST sebagai key opinion leader (KOL). Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta melaui Zoom meeting.

Narasumber pertama yaitu Anita Wahid yang akan menyampaikan materi mengenai digital skill dengan tema ‘Pemanfaatan Internet Untuk Dakwah’.

“Kita semua tau ya kenapa saat ini internet sangat booming karena internet menawarkan banyak keuntungan. Termasuk untuk dakwah karna adanya keleluasaan yang disediakan oleh internet.”, ungkap Anita diawal materinya.

Menurutnya walaupun internet memudahkan untuk berdakwah namun, sejatinya juga memilki tantangan yang banyak. Selanjutnya Anita pun memaparkan beberapa aspek penting bagi dakwah digital yang positif seperti, aspek keilmuan, aspek komunikasi, aspek kecakapan digital, aspek etika, aspek budaya, dan aspek keamanan. Anita juga memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses interaksi sosial dakwah. Penjelasan Anita ditutup dengan pemaparan platform yang bisa dimanfaatkan untuk berdakwah digital.

Narasumber kedua yaitu Irwam ST yang membahas mengenai digital ethic dengan tema ‘Konten Postif Dakwah di Media Sosial’. Diawali dengan pemaparan data dari Global Web Index yaitu Indonesia merupakan salah satu negara dengan akses tertinggi di dunia.

“Masyarakat Indonesia mengkonsumsi apa yang disediakan di media digital, Maka perlu diperbanyak konten yang positif.”, ungkap Irwan.

Menurut Irwan konten dakwah secara umum merupakan konten yang postif, namun masih banyak juga konten positif selain konten dakwah. Irwan menambahkan jika masyarakat bisa berpasrtisipasi membuat konten yang positif sesuai dengan keterampilannya masing-masing. Diakhir pemaparannya, Irwan menekankan penting untuk masyarakat bisa memberikan feedback kepada content creator berupa komentar yang mambangun, agar para content creator bisa lebih semangat membuat konten-konten yang positif kedepannya.

Selanjutnya narasumber ketiga yaitu DR. Firdaus Muhammad yang akan memaparkan materi mengenai digital culture dengan tema ‘Literasi Dalam Berdakwah Di Dunia Digital’. DR. Firdaus memaparkan bagaimana dakwah yang ramah di Internet.

“Belakangan ini banyak dakwah yang sifatnya mengkritik dan menyalahkan atau dakwah yang terdapat komentar yang sifatnya membully.”, ungkap DR. Firdaus.

Dalam penjelasannya DR.Firdaus memaparkan bagaimana membuat konten dakwah yang baik. Menurut beliau, konten yang baik juga terjadi dengan adanya interaksi yang baik dengan pembaca maupun penonton. Penjelasan materi diakhiri dengan pesan yang disampaikan oleh pemateri, yakni agar membuat konten dakwah tidak untuk mengejar jumlah pengikut namun harus mengedukasi dan memotivasi masyarakat yang membaca atau mendengarkannya.

Narasumber keempat sekaligus terakhir dalam episode kali ini yaitu Upi Asmaradhana yang akan menyampaikan materi digital safety dengan tema ‘Berinternet Sehat Dalam Dakwah Digital’.

Menurut Upi, “Tren penggunaan sosial media di Indonesia cukup tinggi, maka dari itu kita perlu memperkuat konten-konten dakwah yang dikelola untuk menyasar di sosial media”. Dalam penjelasannya Upi berfokus pada bagaimana tools media sosial dimanfaatkan dengan baik dan benar. Upi juga menyebutkan elemen penting untuk mengembangkan literasi dalam dakwah. Selain itu, Upi juga menjelaskan bagaimana mengelola informasi dakwah yang diterima oleh masyarakat.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh Arin Swandari sang moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Para peserta beruntung, mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap pesertanya. Kegiatan ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh moderator.

Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar. Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi.

“Dari webinar selain kami diedukasi mengenai bagaimana membuat konten yang positif khususnya konten dakwah secara digital namun juga kami diajarkan bagaimana cara menerima informasi bahkan untuk informasi dakwah.”, ujar Hainun Haisyah yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan literasi digital pada episode ini.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai 31 Mei 2021 hingga 7 Desember 2021, dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh narasumber terpercaya. Kegiatan Webinar Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, agar masyarakat makin cakap digital dalam memanfaatkan internet demi menunjang kemajuan bangsa.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed