oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Aman dan Nyaman Berbelanja Online dengan Dompet Digital

MAROS – Siber Kreasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, kembali menggelar Seminar Literasi Digital yang dilakukan secara virtual. Webinar Literasi Digital diselenggarakan dengan topik ‘Bagaiman Berbelanja Onilne dengan Dompet Digital’ di Maros, Sulawesi Selatan, Rabu, (02/6/21) siang.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fajar Widi selaku Enterpreneur, Abdul Madjid Ikram selaku Kepala Perwakilan Sulawesi Tengah, Dr.Rosnaini Daga,.SE,.MM,.CPHCM selaku Direktur Pascasarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassa dan Rijal System sebagai key opinion leader (KOL). Kegiatan Literasi Digtal ini dihadiri sebanyak 149 peserta dari berbagai kalangan.

Fajar Widi menjadi narasumber yang pertama menyampaikan materi digital culture dengan tema ‘Menabung dan Berbelanja Online’.

“Berkaitan dengan dompet digital, memang ekosistem digital harus segara terwujud di Indonesia.”, ungkap Fajar.

Menurutnya, Indonesia telah memasuki fase adopsi teknologi dimana percepatan start up di Indonesia membuat terjadinya culture shock bagi sebagian masyarakat. Fase ini mengharuskan masyakarat mendapatkan literasi terbaru agar bisa mengikuti perkembangan terknologi yang semakin canggih.

Fajar membagikan tips kepada peserta bagaimana cara mengendalikan nafsu berbelanja online. Selanjutnya Fajar juga memaparkan cara menyeimbangkan belanja online, menabung, dan juga berivestasi untuk manfaat kedepannya. Diakhir pemaparannya Fajar menambahkan, “Bila kita tidak bisa menambah income, maka kurangi pengeluaran. Bila kita tidak bisa mengurangi pengeluaran maka tambah income kita,” tuturnya.

Narasumber kedua pada episode kali ini yaitu Dr. Rosnaini Daga,.SE,.MM,.CPHCM dengan materi ‘Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital’. Diawal pemaparan materi, Rosnaini menjelaskan sedikit mengenai pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang semakin bertambah.

“Saat ini sudah banyak masyarakat melakukan pembayaran dengan menggunakan dompet digital, e-commers, dan bahkan saat ini terdapat pinjaman online,” ungkap Rosnaini.

Ia juga memberikan edukasi mengenai e-commers yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya Rosnaini memaparkan etika yang baik dan bijak dalam menggunakan dompet digital. Menurut Rosnaini dengan adanya aplikasi-aplikasi tersebut masyarakat harus lebih bijak dalam penggunaan dunia digital agar tidak terjadi hal-hal negatif kedepannya. Rosnaini menambahkan, pergunakan kemajuan teknologi khusunya transaksi digital dengan baik dan jangan dipergunakan untuk merugikan orang lain.

Narasumber ketiga pada episode kali ini yaitu Abdul Madjid Ikram yang menyampaikan materi megenai ‘Belanja Online atau Nabung’. Diawal penyampaian materi, Abdul memaparkan perkembangan digital payment di Indonesia yang meningkat hingga 24%. Selanjutnya Abdul juga memaparkan peranan Bank Indonesia dalam perkembangan digital payment tersebut.

“Pertembuhan ekonomi di Indonesia masih negatif secara nasional, hal ini dikarenakan faktor konsumsi masyarakat yang masih rendah,” ungkap Abdul.

Ia mengharapkan dengan adanya kemudahan bertransaksi online masyarakat Indonesia khusunya masyarakat menengah keatas dapat mengeluarkan sedikit tabungannya untuk bertransaksi online. Abdul juga menambahkan masyarakat yang menabung baik secara online juga semakin meningkat. Menurutnya, pemanfaatan digital payment bagi milenial sudah cukup baik namun masyarakat lainnya masih perlu diberikan literasi digital khusunya digital payment.

Rijal System menjadi narasumber terkahir yang menyampaikan materi pada kesempatan ini. Owner dari BedaBaik Institute ini memaparkan materi mengenai ‘Main Aman Saat Berbelanja Online’. Pada awal pemaparannya Rijal mengatakan, “Tidak bisa kita pungkiri bahwa belanja online sudah menjadi kebutuhan, saya merasakan sendiri”. Rijal berfokus memberikan tips-tips agar aman berbelanja online. Menurut Rijal, hal yang harus diperhatikan dalam berbelanja online, yaitu perhatikan reputasi toko atau penjual, selanjutnya perhatikan dan teliti produknya, melihat ulasan, membandingkan harga dengan beberapa toko, dan cek ketentuan. Rijal juga menyarankan untuk berbelanja online melalui pihak ketiga agar lebih terjaga keamanannya. Rijal menambahkan alangkah baiknya jika setelah berbelanja online kita bisa memberikan ulasan kepada penjual.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Enam peserta beruntung, mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap pesertanya. Setelah mengikuti webinar Literasi Digital ini, para peserta akan mendapatkan sertifikat dan akan langsung dikirimkan melalui email.

Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar. Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi.

“Saya harap webinar seperti ini bisa diperbanyak karena sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan literasi digital khusunya berkaitan dengan transaksi dna berbelanja online,” ujar Hermawan yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan literasi digital wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai 31 Mei 2021 hingga 7 Desember 2021, dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh narasumber terpercaya. Kegiatan Webinar Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, agar masyarakat makin cakap digital dalam memanfaatkan internet demi menunjang kemajuan bangsa.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(***)

Komentar

News Feed