oleh

Proyek ‘Siluman’ Gedung PSC 1,4 Miliar Dinas Kesehatan Pinrang Akan Dilaporkan ke Kejati Sulsel

-Berita-234 views

PINRANG – Pembangunan Gedung PSC 119 yang berlokasi di Kecamatan Paleteang diduga ‘siluman’ alias tidak jelas itu menuai kontroversi.

Baca berita sebelumnya: Proyek Pembangunan Gedung PSC 119 Dinas Kesehatan Pinrang Berpindah Seperti ‘Siluman’

Pasalnya setelah ditelusuri beberapa waktu lalu, Pembangunan Gedung PSC 119 milik Dinas Kesehatan Pinrang ini telan anggaran sebanyak Rp1,4 miliar yang bersumber dari APBD 2020.

Menurut laporan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemda Pinrang, dengan kode tender 4733206 menyebutkan letak Pembangunan Gedung PSC 119 tersebut berada di Kecamatan Paleteang. Namun ditelusuri tidak ada proyek tersebut, padahal di LPSE sudah berstatus tender selesai.

Dari pantauan laman LPSE, perusahaan pemenang lelang itu juga tidak dijelaskan apakah dari perusahaan CV atau PT karena yang tertuan hanya bertuliskan Putra Rapi (perusahaan) beralamat di Jl. Letjend. S. Parman No. 33 Kel. Maccorawalie Kec. Watang Sawitto Pinrang.

Tidak hanya itu, kecurigaan lainnya jika proyek tersebut ‘siluman’ karena letak proyek itu tidak sesuai yang dilaporkan LPSE dan hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pihak Layanan Pengadaan Secara Elektronik Pinrang terkait pemindahan lokasi proyek.

Hasil penelusuran Infomakassar.net, rupanya Pembangunan Gedung PSC 119 milik Dinas Kesehatan itu terlihat berdiri kokoh di koordinat Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Watang Sawitto Pinrang yang satu alamat dengan perusahaan pemenang lelang proyek tersebut.

Tim Infomakassar.net mengkonfirmasi Kadis Kesehatan Pinrang namun berada di luar jangkauan, kemudian mendatangi Dinas Kesehatan, namun tidak ada satupun pihak yang dapat berkomentar terkait proyek ‘siluman’ tersebut, Senin (24/5/21) pagi.

Menanggapi hal itu, Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia, Muhammad Nurhidayat akan melaporkan kasus tersebut ke Kejati Sulsel lantaran pihaknya menduga ada upaya oknum oknum di Dinas Kesehatan Pinrang yang mencoba meraup keuntungan dengan mengakal akali teknis.

“Kami akan laporkan secara resmi ke Kejati Sulsel, kami prihatin atas adanya insiden itu, kami duga ada oknum oknum di kubuh Dinkes Pinrang yang meraup keuntungan dengan mengakal akali teknis atau juknis. Walaupun misalnya ada klarifikasi dari pihak PPK atau pelaksana, namun kami mendapati juga bahwa di LPSE Pemda Pinrang itu sudah menyatakan tender selesai yang berarti sesuai SOP tidak ada perubahan, kalau ada perubahan kenapa tidak ada klarifikasi dari pihak LPSE ataukah tender ulang, karna setahu kami setiap lokasi itu perencanaannya berbeda dengan anggaran yang direncanakan dari awal, ada apa,” tukasnya, saat menghubungi Infomakassar.net melalui saluran telepone.

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

Komentar

News Feed