oleh

Rabat Beton Desa Tasiwalie Retak, Kades: Waktu Pemeriksaan Fisik dari Inspektorat Kondisinya Tidak Begini

-Berita-124 views

PINRANG – Rabat Beton di Dusun Parengki Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa mengalami keretakan.

Proyek yang dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa pada 2019 itu menelan anggaran sebesar Rp181.872.000 juta dengan panjang 310 meter.

Menurut Putra Ketua LSM Pemuda Anti Korupsi, keretakan itu terjadi diakibatkan karena mutu pada Rabat Beton tidak mencapai kualitas sehingga terjadi keretakan yang membelah jalan.

“Keretakan itu terjadi diakibatkan mutu pada Rabat Beton tidak berkualitas, kalau kualitas sesuai SOP biar 5 tahun sampai 7 tahun tidak terjadi keretakan, apalagi retaknya itu sampai membelah jalan, itu berarti kualitasnya tidak terjamin, mungkin saja pada saat dikerjakan itu material yang digunakan tidak sesuai juknis ataukah spek yang digunakan diakal akali sehingga Rabat Betonnya lemah,” tutur Putra, (19/5/21) siang.

Saat dikonfirmasi, pengakuan Kepala Desa (Kades) Tasiwalie, H. Abd Rahman, pekerjaan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) namun tidak ditemukan adanya keretakan.

“Setahu saya waktu pemeriksaan fisik dari Inspektorat dan Dinas PU kondisi nya tidak begini (retak),” tukas H. Abd Rahman.

Keretakan itu dipicu kata Kades H. Abd Rahman karena seringnya truk pengangkut pakan ayam melintas, “kalau memang keadaan rabat beton seperti itu memang wajar karna itu sudah dua tahun digunakan masa mau di samakan dengan bangunan yang baru satu bulan. Dinding rumah saja yang tidak diinjak mobil biasa retak retak apalagi ini mobil truk pengangkut pakan ayam selalu lewat,” katanya.

Komentar

News Feed