oleh

Pemda Pinrang Buang Anggaran 1,74 Miliar untuk Beli Mobil Ketimbang Cegah Cluster Baru Covid-19

-Berita-208 views

PINRANG – Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengirimkan surat edaran kepada semua Kepala Daerah di Indonesia. Surat edaran dengan nomor 440/2436/SJ itu berisi tata cara pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Dalam suratnya, Mendagri meminta optimalisasi penggunaan APBD dengan memprioritaskan untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan COVID -19, antara lain untuk kebutuhan rumah sakit daerah, pengadaan masker, hand sanitizer dan thermal gun yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan. Kemudian meminta revisi anggaran dengan cara penjadwalan ulang capaian program, dan kegiatan lainnya antara lain pengurangan biaya rapat atau pertemuan dan perjalanan dinas, dan pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan.

Dilansir dari beberapa media online, Mendagri juga meminta pembebanan langsung pada belanja tidak terduga, dan memanfaatkan uang kas yang tersedia. Pada poin 3 surat edarannya, Mendagri meminta Pemda melakukan pemetaan dan pendataan daerah yang terdampak covid-19 dan monitoring/pengendalian stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan mengoptimalkan penggunaan alokasi anggaran belanja tidak terduga.

Namun, apa jadinya di Kabupaten Pinrang, di tengah situasi Covid-19 Pemda malah menganggarkan belanja sekitar 1,74 miliar hanya dengan membeli Mobil Dinas sebanyak 4 unit untuk kendaraan operasional Kapolres, Dantim, Ketua Kejaksaan Negeri serta Ketua Pengadilan Negeri Pinrang.

Meski Kabupaten Pinrang jumlah pasien positif terpapar covid-19 berada pada posisi zero (nol) untuk hari ini. Sebelumnya Covid-19 itu berhasil menyasar kalangan mulai dari warga masyarakat hingga pejabat teras Pemda Pinrang dan bertatus zona merah.

Belanja itu dibenarkan oleh Kasubag Perlengkapan Bagian Umum Setda Pinrang, Sakur mengatakan pengadaan kendaraan tersebut menggunakan dana parsial dan melalui penunjukan langsung. “Pengadaannya menggunakan dana parsial 2021. Harga per unitnya Rp.435.100.000 (merk Toyota New Venturer),” katanya kepada media, Rabu, 19 Mei 2021.

Menurut Putra Ketua LSM Pemuda Anti Korupsi (Paku), pihak Pemda Pinrang disinyalir tidak ada upaya untuk terus melakukan pencegahan covid-19 disektor Kesehatan demi menangkal cluster baru.

“Bagaimana tidak, Pemda lebih memilih untuk menganggarkan pengadaan Mobil Innova sebanyak 4 unit dengan total anggaran persial 1,74 miliar tahun anggaran 2021 ketimbang pencegahan ataukah pemulihan sektor ekonomi di Kabuapten Pinrang,” tuturnya, Jumat (21/5/21).

Sekedar diketahui, 4 unit kendaraan merk Toyota New Venturer itu dapat digunakan pada bulan Juni 2021.

Komentar

News Feed