oleh

Rabat Beton dan Talud Desa Padaelo Pinrang Hancur Berkeping Keping, Negara Merugi

-Berita-179 views

PINRANG – Proyek Pembangunan Talud dan Pembangunan Rabat Beton di Dusun Paero Desa Padaelo Kecamatan Mattiro Bulu hancur berkeping keping.

Baca juga: Pembangunan Kantor Desa Padaelo Pinrang Gunakan Anggaran Dana Desa Disebut Menyalahi Aturan

Baca juga: Berikut Klarifikasi Kepala Desa Padaelo Pinrang Terkait Pembangunan Kantor Desa

Baca juga: Kepala Desa Padaelo Menjerit Tak Dapat Keuntungan dari Pembangunan Fisik 2021

Berdasarkan hasil pantauan Infomakassar.net bersama warga, Selasa, (4/5/21) siang, kondisi Rabat Beton itu mengalami keretakan dan terkelupasnya material atas badan Beton. Selain itu, kerikil pada Rabat Beton ini berhamburan keluar dan berlubang. Selain itu, untuk Pembangunan Talud terlihat hancur hingga berkeping keping alias terbongkar.

Ke dua (2) Proyek itu menelan anggaran sebanyak kurang lebih Rp36 juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020 dan 2021.

Sedangkan proyek Talud yang hancur itu menelan anggaran Rp11.365.000 juta dengan volume panjang 47 meter menggunakan anggaran Dana Desa 2021 baru baru ini.

Dikonfirmasi, Rabu, (5/5/21) sore, melalui Ketua LSM Paku, Putra dilansir hasil percakapan Tim Infomakassar.net, menyebutkan adanya dugaan ‘kongkalikong’ antara pelaksana dengan Kepala Desa Padaelo.

“Itu Talud sudah jelas rusak dan hancur parah, itu kalau diaudit bisa kena mulai pelaksana sampai Kepala Desa, sejak awal juga kami ikuti pekerjaan itu, memang ada kecurigaan permainan volume, material yang digunakan itu sudah bukan standarisasi untuk pembangunan Talud, meski kecil anggarannya, karna di situ menggunakan anggaran negara maka tetap ada aturan yang mengikat, dan untuk Rabat Beton sama halnya ada kecurigaan mark up anggaran, Kepala Desa dan Pelaksana kami curigai ada ‘kongkalikong’. Kalau sudah seperti ini siapa yang merugi, jelas pasti negara,” kata Putra.

Wajah Talud yang hancur

Kepala Desa Padaelo saat dikonfirmasi Infomakassar.net, Kamis, (6/5/21) siang, hanya menyampaikan. “Pemberitaan tersebut tidak betul adanya,” singkat Kades Padaelo melalui pesan whatsapp.

Komentar

News Feed