oleh

Kontraktor Proyek Jalan Tani Desa Lembang Mesakada Disebut Bohongi Warga Lewat Papan Proyek

-Berita-181 views

PINRANG – Berdasarkan pengaduan warga masyarakat Desa Lembang Mesakada, pekerjaan Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Poktan Sialamase Desa Lembang Mesakada Kecamatan Lembang disebut melenceng.

Informasi yang diperoleh Infomakasssar.net, Rabu, (28/4/21) di Desa Lembang Mesakada Pinrang bahwa pekerjaan Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Poktan Sialamase dicurigai adanya upaya kecurangan serta pembohongan publik.

Sekedar diketahui, proyek itu menelan anggaran sebanyak Rp100 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2020 yang dikerjakan oleh CV Rizky Arisma.

Menurut Ahmad salah satu warga di lokasi, bahwa material yang digunakan merupakan pasir yang bercampur tanah kotor, “secara teknis menurut kami itu tidak diperbolehkan, karna presentase antara masing-masing pasir, dan batu gunung dalam SIRUP tidak bisa ditentukan, dan ini akan berakibat fatal pada campuran takaran semen dan nantinya yang akan cepat mengakibatkan rusaknya jalan beton yang dikerja,” tuturnya.

Selain itu kata Ahmad, berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada Peningkatan Jalan usaha tani (Jut) Poktan Sialamase, ada perbedaan dengan papan informasi di lokasi.

“Pekerjaan sama dengan yang dikelurakan oleh LPSE sedangkan pekerjaan yang terlaksana di lapangan yakni Pekerjaan Rabat Beton. Maka dari itu kami melihat adanya upaya pembohongan publik, dan ada upaya membohongi warga,” kata Ahmad sapaan rakrabnya.

Ditempat terpisah, warga lainnya membenarkan jika pekerjaan tersebut Rabat Beton bukan Jalan Tani.

“Ini jalan Beton pak bukan jalan Tani, kemarin itu materialnya menggunakan batu gunung ukuran besar,” cetus salah satu warga yang ditemui Infomakassar.net.

Terpisah, Kontraktor CV Rizky Arisma menyampaikan jika pekerjaan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Bawasda.

“Maaf pak yang pertama saya mau sampaikan bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan peningkatan jalan usaha tani. Soal dugaan penggunaan batu batu besarĀ  karena kalau saya yang sempaikan bisa dianggap lagi mengada ada, dan saya juga sampaikan bahwa satu satunya pekerjaan pengecoran di dusun tersebut mengunakan cipping dan pekerjaan ini sudah diperiksa tim dari kabupaten dalam hal ini bawasda,” kata dia, Sabtu (1/5/21).

Komentar

News Feed