oleh

Terkait Jual Beli, Alsintan Dinas Pertanian Pinrang ‘Bergentayangan’ di Sejumlah Daerah di Sulsel

-Berita-225 views

PINRANG – Kasus dugaan jual beli alat mesin pertanian (alsintan) Dinas Pertanian Pinrang yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah bertatus serius, pasalnya, menantikan hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian Pinrang.

Baca juga: Bantuan Alsintan RMS di Pinrang Disebut Diperjual Belikan, Harga Hingga Ratusan Juta?

Baca juga: Terkait Dugaan ‘Jual Beli’ Alsintan RMS di Pinrang, Oknum Bermain Lewat Proposal?

Baca juga: Dugaan Jual Beli Alsintan, Kabid Prasarana Dinas Pertanian Pinrang Dicurigai ‘Sambung Tangan’?

Baca juga: Terkait Kasus Jual Beli Alsintan di Pinrang, Presidium Relawan Pro Jokowi-Amin Minta Kejaksaan Usut Kabid, Kadis Hingga Bupati

Dari berbagai Penggiat Anti Korupsi hingga warga masyarakat di Pinrang, menantikan hasil pemeriksaan Kejari, karena dianggap tindakan tersebut dapat merugikan para petani hingga negara.

Tidak main main, Kejari Pinrang sudah memeriksa kurang lebih 30 Kelompok Tani (Poktan) yang dicurigai bermasalah, beberapa waktu silam. Kasi Intelejen Kejari Pinrang, Tomi Aprianto kepada Infomakassar.net menyampaikan, untuk sementara pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang.

“Kadis belum dilakukan pemeriksaan, hanya Kabid (Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian),” kata Tomi, Senin, (19/4/21) sore.

Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang disebut mengetahui semua alsintan baik yang keluar maupun yang masuk di Dinas Pertanian.

Menurut sumber awal Infomakassar.net, Minggu, (11/4/21) siang, saat mengkonfirmasi Redaksi, berharap penuh agar Kejari Pinrang dapat menuntaskan kasus praktek jual beli alsintan tersebut.

“Kami warga masyarakat sangat menantikan hasil pemeriksaan ini, semoga Kejari dapat membongkar otak pelakunya. Kami sangat membutuhkan alat mesin pertanian itu untuk dipergunakan di lapangan, kendala kami selama ini ada diskriminatif oknum oknum di Dinas Pertanian, sehingga kami untuk memiliki alat mesin itu harus mengeluarkan modal untuk membelinya,” harapnya.

Tidak hanya itu kata dia, bahwa diduga ada poktan yang tiap tahunnya menerima bantuan Alsintan tersebut, “ada kelompok tani tiap tahunnya mendapatkan bantuan tractor,” ungkapnya.

Apakah Dinas Pertanian Pernah Memeriksa Alsintan Semenjak Diperiksa oleh Kejari?

“Sebelum bermasalah, Dinas Pertanian belum pernah melakukan pengecekan atau pendataan sesuai SOP (secara berkala) hasil pengamatan kami di lapangan, setahu saya Dinas Pertanian nanti setelah bermasalah baru melakukan pendataan alsintan di lapangan,” ungkap sumber awal Infomakassar.net.

Kemudian, Redaksi Infomakassar.net mendapatkan laporan dari warga masyarakat di sejumlah daerah di Sulsel, pekan lalu, jika alat mesin pertanian yang diduga berasal dari Pinrang bergentayangan di sejumlah wilayah.

Setelah itu, Redaksi Infomakassar.net memerintahkan seluruh Biro beserta Craw se Sulsel untuk mencari kebenaran informasi tersebut.

Berdasarkan penelusuran, Tim mendapatkan informasi jika di Kabupaten Gowa, di Kecamatan Pallangga bahwa alsintan yang diduga berasal dari Kabupaten Pinrang itu kerap beroperasi.

“Di sini itu mesin (alsintan) dari Pinrang semua dibeli, murah harganya kalau dari Pinrang. Jangan maki tauki siapa yang jual di Pinrang tapi kalau mauki nanti saya hubungi teman di Pinrang untuk ambilkan ki juga satu, kalau traktor dua roda cuman di bawah 10 juta, kalau yang mesin besarnya itu bisa sampai 100 juta ada juga 150 juta, dia diantar tergantung, kadang tengah malam untuk menghindari hal hal positif di jalanan. Kalau mesinku saya ini 2020 saya ambilkan,” terang RH kepada Tim sambil memperlihatkan Mesin yang harganya 10 juta hingga ratusan juta rupiah.

Selain itu, beberapa Biro Infomakassar.net juga sudah terkonfirmasi adanya aktivitas Alsintan yang diduga berasal dari Kabupaten Pinrang namun masih dalam penelusuran.

Hingga berita ini diturunkan, Kadis dan Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pinrang enggan merespon media meski sudah dikonfirmasi.

Komentar

News Feed